Riset Panjang dalam Karya Terbaru Adhitya Mulya: Bajak Laut & Purnama Terakhir

Apa yang terlintas dalam pikiranmu saat mendengar kata bajak laut? Kejam, tidak berperasaan, atau penguasa lautan yang andal. Sayangnya, bajak laut versi Aditya Mulya jauh dari kesan itu!

Sabtu, 3 Desember 2016 lalu bertempat di Museum Nasional Jakarta, Adhitya Mulya mengobati kerinduan para pembacanya melalui acara diskusi dan peluncuran buku terbarunya yang berjudul Bajak Laut & Purnama Terakhir.

 

Pada kesempatan tersebut, suami Ninit Yunita ini membahas banyak hal tentang buku Bajak Laut & Purnama Terakhir, salah satunya adalah riset.

“Riset Bajak Laut & Purnama Terakhir membutuhkan waktu karena terkait sejarah yang berpengaruh dalam plot cerita,” kata Adit.

 

Adit pun mengaku bahwa dirinya suka membaca buku-buku sejarah. “Koleksi buku sejarah yang saya miliki menjadi sumber saya menulis Bajak Laut & Purnama Terakhir. Seperti Majapahit—salah satu kerajaaan yang banyak dokumentasi bersejarah. Kisah ini saya tulis di Bajak Laut & Purnama Terakhir ,” tambahnya.

 

Bajak Laut & Purnama Terakhir mengisahkan tentang seorang pria bernama Jaka yang bermimpi untuk menjadi bajak laut yang disegani bersama keempat awaknya. Demi mencapai impiannya itu—dan berkat pesan dari Dewa Ganteng, Jaka pun terus berjuang, pantang menyerah.

 

Sayangnya, Jaka selalu saja gagal merompak karena ia terlalu sopan untuk menjadi seorang perompak. Bayangkan saja jika ada seorang bajak laut yang ingin merompak kapalmu, tapi dia memulainya dengan sapaan seperti ini, “Assalamualaikum, permisi, saya mau merompak, boleh?”

 

Seru, kan? Bukan hanya ceritanya yang unik, proses di balik pembuatannya pun terbilang mengejutkan. Pasalnya, menurut Adit, sebelum mengirimkan naskah Bajak Laut & Purnama Terakhir ke penerbit ia menulis ulang naskah tersebut hingga 26 kali. Untungnya, buku ini rilis di saat yang tepat, ketika riset sejarah sudah dirasa cukup, dan jalan cerita berbalut komedi ini pun sudah pas.

 

Nah, setelah keseruan diskusi Bajak Laut & Purnama Terakhir berakhir, para pembaca pun berkesempatan mengikuti sesi book signing bersama Aditya Mulya. Penasaran seperti apa kisah Jaka dalam Bajak Laut & Purnama Terakhir? Dapatkan segera bukunya di toko buku atau ebook-nya melalui Playstore.

 

launching bajak laut

 

Launching Bajak Laut adhitya mulya