#TanyaPenulis: Elya Handayani
On October 24, 2017 | 0 Comments

Mengawali karier menulisnya melalui Wattpad, Elya Handayani sukses membawa My Lady menjadi salah satu novel paling ditunggu oleh pembaca setia GagasMedia. Namun, di balik kesuksesannya itu, siapa nyana bahwa My Lady merupakan proyek menulis Elya yang “tak diniatkan”.

Hmmm, jadi penasaran dengan proses penulisannya, nih. Yuk, kita simak selengkapnya dalam #TanyaPenulis di bawah ini.

faatihah_risna: Apa yang membuat Kak Elya menulis novel ini dan apa inspirasi serta hambatan Kakak saat menulis novel ini?

Precious_unicorn91: Aku mulai nulis My Lady, sebenarnya karena permintaan pembaca sih. Kalau yang ngikutin aku dari awal di Wattpad pasti tahu aku nulis cerita tentang orangtua mereka terlebih dahulu. Setelah itu, pada request tentang Devan. Ya, sudah aku tulis, deh.

Hambatannya, karena dari awal nulis aku nggak buat plot, jadi suka bingung pas mau nerusin dari bab ke babnya. Terus pas penyelesaian konflik akhir aku cukup kelimpungan waktu itu. Karena susah dapat yang pas.

Stevanmanihuruk: Apa hal-hal menarik yang bisa Kak Elya temukan dan rasakan mulai dari awal proses penulisan hingga terbitnya novel ini. Setelah terbit, apa harapan pribadi penulis?

Precious_unicorn91: Hal menariknya, karena My Lady ini aslinya proyek tak diniatkan, alias proyek hajar bleh. Bab 1-4 nulis, aku belum tahu karakternya siapa saja, konfliknya akan bagaimana, alurnya seperti apa, dan ending-nya kayak apa. Benar-benar blank. Tapi, alhamdulillah, sambutan untuk cerita ini begitu hebat saat itu. Aku sendiri sampai sekarang masih nggak percaya My Lady bisa disukai banyak orang. Harapanku setelah My Lady terbit, semoga cerita ini semakin dikenal khalayak ramai, bukan cuma para pembaca di Wattpad.

apw.itang: Kak Elya, bagaimana sih caranya dapat inspirasi yang menarik buat nulis novel? Misalnya karakter dalam tiap tokohnya, biar alurnya nggak ngebosenin, dll. Lalu, bagaimana cara mengembangkan cerita biar tetep menarik?

Precious_unicorn91: Inspirasi bisa dapat dari mana aja. Cerita pribadi, orang-orang sekitar kita, buku, film, bahkan dari lagu. Kemudian, ide-ide tersebut dikemas jadi suatu cerita yang menarik, entah itu dibuat komedi, atau sedih yang sampai bikin air mata berderai-derai, atau yang santai tapi sukses bikin baper. Kalau aku milih karakter dari orang di sekitarku, jadi lebih gampang nulisnya. Karena kita sudah terbiasa berinteraksi dengan karakter seperti itu. Ngembangin alur kalau aku sih nggak usah terlalu jauh ke mana-mana, nanti ceritanya malah nggak fokus. Pilih satu atau dua konflik yang menurut kamu oke, dan coba buat gimana konflik itu menarik dan dapat feel-nya, terus kasih penyelesaian yang ciamik. Nggak perlu WAH banget, asal masuk di akal aja.

Astutibani: Kak, terinspirasi dari mana sih saat menciptakan karakter Aeris yang lucu, kocak, dan imut itu?

Precious_unicorn91: Karakter Aeris itu perpaduan dari sifatku dan beberapa temanku. Makanya pas nulisnya enak banget dan nggak pusing. Soalnya nggak jauh dari kehidupan nyata, hehe.

Lollimoocca: Kak, butuh berapa lama merampungkan novel My Lady? Apa saja sih hambatan dan kesulitan selama proses menulisnya?

Precious_unicorn91: My Lady selesai dalam waktu 1,5 tahun. Lama karena 1. ceritanya puanjaaaaaanggg. 2. karena aku sempat stuck saat mau ending. Gara-gara susah dapat penyelesaian konflik yang pas.

Erlitanovitania: Cerita My Lady kan ada lucunya juga, jadi lebih suka nulis romance komedi atau romance yang dari awal sampai akhir serius terus? Aku suka banget cerita My Lady.

Precious_unicorn91: Ceritaku nggak pernah ada yang serius. Soalnya yang nulis pun nggak bisa serius, wkwk. Jadi, aku lebih nyaman bikin cerita yang ada komedinya. Lagi pula, serius mulu itu bikin capek dan bosen menurutku. Jadi, lebih asyik dibumbui komedi. Makasih ya, udah baca My Lady.

Seffisoffi: Kendala apa yang didapat saat revisi? Scene mana yang terfavorit dari pasangan ini? Terinspirasi dari mana terciptanya tokoh Ai dan Devan ini??

Precious_unicorn91: Kendalanya itu logika bolong yang harus aku lengkapi. Karena cerita ini sendiri banyak info-info yang kurang. Jadi, pas melengkapi itu lumayan banget jerih payahnya. Terus mengubah adegan agar alurnya bisa lebih rapi. Sulit karena aku harus mikirin ide baru lagi.

Scene favorit… hemmmm yang mana ya? Di versi Gagas ini banyak adegan baru yang aku suka. Tapi, best sih tetap pas Aeris ketemu Devan di taman. Konyolnya, Aeris nggak nahan pengen nabok.

Tinkeirbooks: Kak Elya, sebelumnya My Lady ini kan pernah diterbitkan secara self-publish. Dan mungkin bagi sebagian pembaca, versi SP lebih lengkap. Pernah ngerasa pesimis nggak, seperti takut jika peminat versi mayor tidak sebanyak versi SP?

Precious_unicorn91: Hahaha jangan ditanya, aku bahkan mikir berulang-ulang buat nerbitin My Lady di mayor. Sebelum Gagas, entah berapa penerbit ditolakin karena takut nggak ada yang beli. Namun, setelah berpikir matang, aku pengin My Lady bisa dinikmati orang-orang di luar watty dan aku pun pengin cerita ini diperbaiki editor, akhirnya aku beraniin diri aja. Apa pun yang terjadi nanti, at least aku nggak nyesel karena sudah menyia-nyiakan kesempatan.

Faraast: Aku paling penasaran dengan karakter Devan ini, untuk membuat karakter Devan yang memiliki trauma ini apakah Kakak melakukan penelitian khusus? Dan penelitian apa yang Kakak lakukan agar karakter Devan berkembang? Dan hal apa yang membuat Kakak memilih untuk membuat cerita bergenre romance dibandingkan dengan genre lainnya? Dalam pengembangan cerita Ai dan Devan, hal apa yang paling menjadi kendala Kakak untuk menyelesaikannya?

Precious_unicorn91: Karakter Devan ini ada di dunia nyataku. Seseorang dalam lingkup hidupku yang takut sama komitmen karena pernah dikecewakan orang yang dia sayang. Dari dia aku belajar, oh ini toh efek-efeknya trauma sama suatu hubungan. Jadi, risetnya bukan ke Google, lebih ke orang itu sendiri.

Kenapa romance? Karena menurutku lebih mudah dibayangkan. Coba nulis tentang zombie, kan pusing tuh ngayalnya. Daya khayalku nggak sehebat Robert Kirkman.

Kendalanya saat menulis adalah penyelesaian konflik yang pas.

deto_khan: Kak mau tanya, jelaskan dengan 3 kata alasan Kakak yakin buku ini bisa diterima oleh orang banyak, dicintai dan dibaca? Sekarang ini marak pembajakan buku, pernahkah merasa takut dan khawatir buku ini dibajak?

Precious_unicorn91: 3 kata? Karakter dan ceritanya ajaib. Hehe. Cowok lempeng ketemu cewek grasa grusu. Pastinya lucu dan ajaib. Sejujurnya, cerita ini sendiri zaman masih di Wattpad sudah beberapa kali kena plagiat. Dan itu bener-benar bikin kesal dan marah. Dan untuk menghindari hal itu aku sadar sangat susah, meskipun ceritanya sudah diterbitkan mayor. Aku cuma bisa berharap semoga orang-orang semakin banyak yang sadar kalau pembajakan ini benar-benar merugikan banyak pihak. Sehingga berkurang orang-orang nggak bertanggung jawab seperti itu.

niahenida_: Apa motivasi terdalam Kakak untuk menulis? Dan bagaimana cara untuk memulai menulis dan mempertahankannya?

Precious_unicorn91: Motivasi aku aslinya cuma karena suka ngayal dan pengin nyalurin khayalanku itu. Terus, buat ngurangin stres juga sih nulis ini. Karena kadang aku bisa ngeluarin uneg-uneg yang nggak bisa aku salurin di dunia nyata.

Mulai nulis buat aku sih, kalau ada ide, ya langsung nulis. Jangan ditunda-tunda. Karena percaya deh, kalau menunda, nantinya kamu bakalan malas nulis karena mood udah nggak ada. Buat pertahanin, coba dibikin target. Misalkan seminggu nulis 1 atau 2 bab, Insya Allah, kita jadi semangat buat nulis.

Nah, penasaran dengan cerita My Lady? Dapatkan bukunya di toko buku terdekat atau unduh ebook-nya melalui PlayStore ya.

Facebook Comments
More news