#TanyaPenulis: Radin Azkia
On October 5, 2017 | 0 Comments

Belum lama ini, Radin Azkia kembali “melahirkan” karya terbarunya yang berjudul Feel Real. Novel terbarunya ini begitu menyita perhatian para pembaca dan juga follower @aintnocaptain. Apa sih, yang membuat Feel Real begitu dinantikan oleh pembaca? Yuk, simak jawabannya melalui #TanyaPenulis di bawah ini.

albasrie_luthfi: Apa yang menarik dari buku ini, sehingga harus dimiliki oleh para pembaca? Apa pesan dan manfaat yang bisa dipetik dari buku ini?

radinazkia: Lewat buku ini aku berusaha mengajak pembaca untuk melihat dan menilai sesuatu dari sisi yang lain. Lewat karakter Gatari aku ingin mengajak pembaca supaya bisa melihat lebih luas sebuah masalah dan nggak langsung menilai baik-buruknya aja. It’s all about understanding.

upa_im: Selain kisah percintaan, aspek lain apa lagi yang Kakak berikan sebagai pesan kepada pembaca melalui novel ini?

Radinazkia: Selain percintaan, aku juga menyelipkan solidaritas. Persahabatan itu nggak cuma kita selalu ada untuk sahabat kita, tapi juga berani memberi tahu mana yang salah dan yang tidak.

Sayektiardiyani: Apa pertimbagan Kakak menggunakan judul bahasa Inggris, sementara novel ini berbahasa Indonesia?

Radinazkia: Saya sendiri memilih judul Feel Real karena sebenarnya menurut saya bahasa Inggris itu punya makna yang lebih luas. Bukan berarti bahasa Indonesia tidak baik atau apa, ya. Tapi Feel Real ini sebenarnya bisa menyinggung banyak aspek dalam novelnya. Sulit juga sih dijelaskan, tapi maksudnya itu.

indridwi_: Apa tujuan utama Kakak nulis novel? Apa efek yang didapat Kakak setelah menulis novel novel ini?

Radinazkia: Tujuan utama aku untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Dari kebahagiaan yang muncul itu aku merasa lebih bermanfaat aja punya passion yang bisa menghibur orang lain dan membawa perasaan mereka ke mana pun yang aku mau. Banyak banget yang aku rasain setelah menulis novel ini. Pertama, aku belajar untuk berusaha memahami hal yang terjadi di kehidupan meski hal tersebut nggak kusukai. Lebih belajar menghargai dan bersyukur, serta hal-hal lain yang nggak bisa aku jelasin satu-satu di sini.

nzuanisaanugrah_: Berapa lama proses pembuatan novel ini dari awal hingga selesai? Lalu, apakah cerita dalam novel ini diambil dari kisah nyata atau fiktif?

Radinazkia: Cerita ini fiktif, kok. Kalau nggak salah butuh waktu satu tahun lebih sampai benar-benar selesai.

Rhizkyani: Selama jadi penulis pernah nggk sih kepikiran kalau cerita kamu bakal diterbitin? Lalu setelah novel kamu terbit pernah nggak terlintas di pikiran kamu kalau misalnya novel kamu ternyata nggak laris di pasaran? Lalu, apa yang kamu lakukan jika ada yang menjelek-jelekkan karyamu?

Radinazkia: Jujur, selama menulis aku nggak pernah kepikiran kalau tulisanku akan diterbitin. Mungkin yang pernah melintas di benak aku itu kalau ceritaku nggak disukain orang. Tapi abis itu aku mikir lagi kalau setiap orang itu beda-beda. Mungkin memang ada yang suka dan nggak, dan kita nggak bisa hidup untuk membuat seluruh orang menyukai apa yang kita hasilkan. Yang paling penting apakah kita menyukai apa yang kita hasilkan atau tidak.

Jesykerw: Kak Radin, sebenernya untuk jadi penulis yang baik itu harus gimana sih?

Radinazkia: sebenarnya cara untuk tau apakah kita melakukan kemajuan itu bisa dilihat dari cerita terakhir yang kita tulis dengan cerita pertama. Coba baca lagi dua-duanya & bandingkan banyak yang berbeda atau nggak. Entah dari penggunaan kata atau penyusunan kalimat, lebih enak baca yang mana, dsb.

Poin penting yang aku perhatikan adalah penggunaan kata. Jangan boros. Aku sebenarnya juga banyak belajar dari bimbel pas masih sekolah, sih. Nah, di situ aku belajar mana aja kata yang efektif dan tidak. Nilai plusnya, alhamdulillah dari dulu aku emang orangnya suka cerita, jadi mungkin kebawa gitu.

adinda_y: Bagaimana cara Kakak memunculkan konflik minor (yang bukan konflik utama) ke konflik utama supaya nyambung?

Radinazkia: Coba perhatikan sebab-akibat. Nanti jadikan akibat dari konflik minor menjadi pemicu konflik utama.

Rahakum: Bagaimana caranya supaya kita punya karakter/ciri khas tersendiri dalam menulis?

Radinazkia: Sebenanrya kalau menulis nggak perlu pusing untuk menciptakan ciri khas agar tulisan kita dikenal sebagai “tulisan kita”. Nikmatin aja prosesnya. Nanti bagian dari diri kita akan masuk ke tulisan itu

Buat kamu yang belum memiliki novel Feel Real, segera saja dapatkan di toko buku terdekat atau unduh ebook-nya melalui PlayStore, ya.

Facebook Comments
More news