Ada Lelembut Angkerbatu di Forbidden Citi Cafe

Jakarta-GagasMedia. Kamis, 19 April 2007, bertempat di Forbbiden Citi Café, Jakarta Selatan, penerbit buku populer GagasMedia kembali me-launching novel adaptasi yang berjudul Angkerbatu.

Acara yang dimoderatori oleh penyiar radio Oz Bandung, Vecky ini berlangsung cukup meriah. Pasalnya, launching buku ini nggak hanya dihadiri oleh Moammar Emka dan Christian Simamora sebagai perwakilan dari GagasMedia saja. Melainkan pula dihadiri oleh seluruh pemain, seperti Mieke ‘Extravaganza’, Yama Carlos, Bayu S. Firguna, Imelda Therinne, dan sutradara film Angkerbatu, Jose Purnomo.

For your information, novel garapan Ruwi Meita ini bercerita tentang kengerian yang dialami penduduk Angkerbatu akibat mahluk-mahluk halus dari Alas Ketonggo. Dalam breaking news di stasiun televisi Voice of Korea (VOKO) yang sedang menyiarkan berita pembangunan lapangan golf dan hotel di Alas Ketonggo daerah Angkerbatu, terekam sebuah kepanikan dan ketakutan luar biasa dari para pekerja, tak terkecuali Manda, reporter VOKO. Mereka berlarian, kemudian gambar menjadi tidak jelas dan…kamera mati.

Kanaya dan Yudha dari VOKO langsung berangkat ke Angkerbatu diantar oleh Pak Warno untuk mencari Manda dan Rino, kamerawan VOKO yang dilaporkan hilang. Sesampainya di sana, mereka mendapati tempat itu telah menjadi kota mati. Keadaan sunyi mencekam dan porak-poranda, seperti ditinggalkan oleh penduduknya dengan terburu-buru.

Jika dikaitkan dengan filmnya, sebenarnya novel ini merupakan pendalaman karakter dari tiap pemainnya. “Jadi karakter para pemainnya terasa lebih jelas di novel ini,” kata Jose. So, sebelum nonton film Angkerbatu, baca dulu deh novelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.