Annisa Steviani: Idola K-Pop Juga Manusia

Annisa-Steviani

Kamu penyuka K-Pop? Untuk para penggemar K-Pop atau Korean Pop, menggilai artis-artis idola seperti Siwon atau Lee Min Ho sudah menjadi hal yang biasa. Menyaksikan setiap penampilannya di dunia maya, menonton serial drama Korea, mengoleksi barang-barang yang berbau Korea, sampai menonton langsung konsernya sampai ke negeri tetangga. Kalau hal tersebut terbilang biasa, lalu apa yang terbilang luar biasa?

Annisa-StevianiKamu penyuka K-Pop? Untuk para penggemar K-Pop atau Korean Pop, menggilai artis-artis idola seperti Siwon atau Lee Min Ho sudah menjadi hal yang biasa. Menyaksikan setiap penampilannya di dunia maya, menonton serial drama Korea, mengoleksi barang-barang yang berbau Korea, sampai menonton langsung konsernya sampai ke negeri tetangga. Kalau hal tersebut terbilang biasa, lalu apa yang terbilang luar biasa?

Menyukai K-pop dan bisa ngobrol langsung dengan artisnya adalah impian setiap penggemar K-pop. Annisa Steviani, seorang reporter spesialis K-Pop pun demikian. Ia mulai menyukai K-pop sekitar tahun 2009-2010. Setelah lulus kuliah di tahun 2011, ia diterima menjadi reporter K-Pop ke media online yang terbesar di Indonesia. Saat itu ia menjadi satu-satunya wartawan spesialis K-Pop di media mainstream Indonesia, karena saat itu K-Pop belum seheboh sekarang. Sebagai reporter satu-satunya, tentu saja ia meliput berbagai konser, press conference dan interview baik di Indonesia, maupun Singapura.

Nah, pengalaman seru dan langka itu ia bagikan dalam buku terbarunya yang berjudul Oppa Oppa.

“Buat fans biasa, ketemu artis K-Pop itu luar biasa susah. Nggak segampang artis lokal yang keliaran di mall. Nonton konser tiketnya mahal sementara aku bisa nonton gratis, nonton rehearsal, ikut press conference, bahkan ngobrol pribadi di sesi wawancara,” ujar perempuan yang akrab disapa Icha saat mengemukakan alasannya menulis buku Oppa Oppa.

Tidak terlalu sulit bagi Icha untuk menulis buku ini, karena ia hanya menceritakan bagaimana pengalamannya bertemu dengan artis K-Pop. Tantangannya, harus bisa mendeskripsikan suasana agar pembaca bisa paham situasi dan lokasi saat itu seperti apa. Untuk mempermudah, biasanya Icha melihat kembali tweet lamanya yang berkaitan dengan kejadian saat itu.

Oh iya, Icha juga memiliki pengalaman yang paling berkesan selama menjadi reporter K-Pop. Jadi ia tidak sengaja bertemu dengan Siwon dan Ryeowook di hotel tempat melakukan interview. Saat itu Icha sedang bermain dengan anjing di taman belakang, tiba-tiba Siwon dan Ryeowook mendekati Icha. Ia menyapa dan akhirnya mereka bertiga sempat ngobrol sebentar sebelum fans datang menyerbu.

Tidak hanya pengalaman mengesankan yang Icha dapatkan. Pengalaman yang menyebalkan pun juga ia alami. Dari pengalamannya, ia menemukan bahwa ternyata artis K-Pop itu banyak yang moody. Agency-nya pun suka jual mahal. Itu yang membuat Icha sulit mendapatkan foto saat press conference, karena fotografer tidak boleh masuk ke dalam acara. Tidak hanya artis dan agency, promoter pun juga tidak seramah yang ia kira. “Banyak juga promoter yang tidak menghargai reporter, jadi mintanya banyak ingin diliput ingin ini itu tapi saat konser kami hanya diberi tiket paling belakang,” ujar Icha.

Dari berbagai pengalamannya, Icha mendapatkan kesimpulan bahwa tidak semua sifat asli artis K-Pop itu sama dengan karakter yang mereka tampilkan di panggung. Pemilik akun Twitter @annisast ini menambahkan, “Idola K-Pop juga manusia yang bisa moody dan tidak bisa terus menerus ceria dan ganteng sepanjang waktu.”


 

Bagaimana kisah serunya Annisa Steviani saat ia bertemu langsung dengan idola K-Pop? Kamu bisa nikmati pengalamannya dalam buku Oppa Oppa ini oppa-oppa cover

Leave a Reply

Your email address will not be published.