Awalnya Sebal Berubah Jadi Cinta

me and mr old review

Menikah dengan sahabat sendiri? Itu sih sudah biasa. Yang enggak biasa itu kalau kamu jadian, lalu menikah sama dosen yang nyebelinnya kebangetan. Kok, bisa? Itulah yang dialami oleh Kiandra dalam novel Me & Mr. Old karya Pipit Chie.

Bagaimana rasanya jadi Kiandra yang berhadapan dengan dosen nyebelin di kampusnya yang bernama Azka? Telat sedikit aja, gak boleh masuk ke ruangan. Belum lagi masalah-masalah lain yang seolah gak ada habisnya. Saking kesalnya, julukan Mr. Old pun Kiandra berikan kepada Azka. Kalau kamu berada di posisi Kiandra, pastinya kesel juga kan kalau apa-apa jadi masalah? Tapi, apa iya, Azka semenyebalkan itu?

Nah, beberapa orang teman punya pandangan masing-masing nih terhadap kedua tokoh Me & Mr. Old. Mereka mengadakan book tour Me & Mr. Old di akun Instagram masing-masing. Seperti apa isinya? Yuk, kita lihat.

Review pertama datang dari akun Instagram @Oliverial_. Ia menyampaikan bahwa ia begitu menyukai kedua karakter utama dalam novel tersebut. Menurutnya, karakter mereka seperti dua kutub yang berbeda. “Seru, nyebelin, dan menggemaskan. Nyawa cerita justru terasa ketika keduanya bertemu, bertengkar, dan muncul sebagai jalan cerita yang mulus,” begitu tulisnya.

Oliverial_ juga menyukai ilustrasi sampul novel Me & Mr. Old. “Manis banget. Semanis kisahnya,” katanya. Dan pastinya, membaca novel tersebut sukses membuat Oliverial_ menahan napas.

Review kedua datang dari @Indachrahma. Kesan pertama yang memikat Indachrahma terletak pada kover novel Me & Mr. Old yang cantik. “Warna pinky ini membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama,” ungkap pencinta warna pink itu.

Kesan selanjutnya yang memikat Indachrahma tentu dari blurb novel tersebut yang menurutnya mengena banget di hati. Tulisan di sampul belakang itu justru makin membuatnya penasaran tingkat akut. Dan, setelah membaca isinya, Indachrahma makin menyukainya. Gaya bahasa yang sangat asyik, interaksi antartokoh yang mampu mengaduk perasaan dan penyelesaian konflik yang tidak bertele-tele menjadi keunggulan tersendiri dari novel ini. Satu lagi, Indachrahma juga mengungkapkan masalah harga. Menurutnya, harga novel ini sangat terjangkau, apalagi bagi anak kos seperti dirinya.

Review selanjutnya dari @Nahdyarputri_26. Ia begitu menyukai banyak hal dari novel ini. Mulai dari jalan cerita, karakter-karakternya yang bisa menghidupkan suasana, cara penyampaian yang disuguhkan secara santai dan mudah dipahami, hingga pesan yang ingin disampaikan. Yang pasti, novel ini mampu membuat emosi teraduk-aduk.

Berikutnya, ada @Canolareads yang turut memberikan pendapatnya tentang novel Me & Mr. Old. Ia mengawali review dengan membahas kover novel Me & Mr. Old yang menurutnya manis dan judulnya yang membuat Canolareads bergelora oleh kata ‘Mr. Old’.

Tidak hanya itu, konflik sederhana namun dikemas secara apik, kisah persahabatan yang saling pengertian dan melengkapi, gaya penulisan yang mudah dipahami, alur maju yang makin seru, page turner yang bikin penasaran, dan tema age-gap yang diangkat penulis menjadi daya tarik yang mampu memikat Canolareads untuk membacanya.

Review terakhir datang dari @Rizkymirgawati. Selain kover dan blurb yang menarik perhatian, ia juga menyukai cara penulis mengemas kisah cinta antara dosen dan mahasiswi dalam novel Me & Mr. Old. Tidak hanya itu, karakter kedua tokoh utama yang bertolak belakang, perbedaan usia di antara keduanya, kisah keluarga yang menghangatkan, dan persahabatan yang indah, menambah seru isi cerita.

Menarik, kan, reviewnya? Bagi kamu yang belum membaca, novel Me & Mr. Old sudah bisa kamu dapatkan di toko buku terdekat. Atau unduh ebook-nya melalui Play Store.

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa siap berlayar 30 Nov 2019