Before Us; Sebuah Kisah Tentang Dirinya

before-us

before-usBefore Us; Sebuah Kisah Tentang Dirinya

“Aku berhenti di satu surat masuk. E-mail yang menyita perhatianku, tiba-tiba. Sebuah nama, tak asing, begitu kukenal. Aku langsung menyentuh mouse dan mengarahkan kursor ke surat masuk tersebut. Double click, dan e-mail terbuka.”

before-usSeperti itulah Radith, datang secara tiba-tiba dan membuat semua yang sudah tertata dalam hidup Agil menjadi berantakan. Radith memang bukan orang baru dalam kehidupan Agil. Sudah sejak lama mereka menjadi sahabat karib dan—bahkan—saling menyayangi.

Apa yang terjadi antara Radith dan Agil begitu sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tanpa sadar, keakraban mereka menghadirkan perasaan yang tidak sewajarnya terjadi di antara kedua kaum adam ini. Mereka menyadari, yang terjadi di antara mereka tidak akan mungkin diungkapkan secara gamblang.

Kini, mereka tak lagi bersama. Radith mengembangkan kariernya di Korea, sedangkan Agil baru saja menikah dengan Ranti, wanita yang sejak SMA telah menjadi kekasihnya.

Menyadari perasaannya yang kian tak menentu, Agil merasa bersalah. Di satu sisi, kerinduannya terhadap Radith sangatlah dalam. Memanggilnya untuk selalu bersama dan menyeretnya ke dalam pelukan Radith. Namun di sisi lain, Agil juga tak kuasa menghancurkan kebahagiaannya dengan Ranti dan Melanie, anak mereka.

Berharap Radith pergi adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Sedangkan untuk terus menyembunyikan semua ini dari Ranti juga tidak memungkinkan.

Before Us, sebuah karya dari Robin Wijaya, mengajak kita masuk ke dalam sebuah kisah cinta yang begitu pelik. Bukan sebatas pada cinta segitiga biasa. Tokoh utama dalam novel terbitan GagasMedia ini harus menghadapi kenyataan pahit karena cinta terlarang yang ia jalani.

Hal tersebut terasa menjadi lebih sulit ketika kerinduan dan dilema bercampur menjadi satu. Seolah ingin menggapainya, tetapi begitu banyak penghalang yang memberikan jarak kepada keduanya. Manis, namun menggetarkan hati. Hingga akhirnya, salah satu dari kisah tersebut harus ada yang diakhiri. Harus rela ditinggalkan dan dibingkai hanya dalam sebuah kenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.