Berawal Tidak Suka Kopi, Akhirnya Malah Jadi Juara Barista

espresso

Kamu suka minum kopi? Novel Espresso akan mengantarkanmu masuk lebih jauh ke dalam dunia kopi. Kamu bisa menikmati cerita yang mengalir cepat sembari menyeduh kopi. Bersiap untuk terhanyut bab demi bab untuk masuk ke dunia kopi lewat jalur cerita fiksi, dari sebagian besar pengalaman nyata yang ditulis Bernard Batubara.

Novel ini berdasarkan riset dan pengalaman penulis langsung saat menggeluti dunia kopi. Bertemu para barista dan nongkrong rutin di kafe Jogja.

Bercerita tentang Lulu, seorang yang sama sekali tidak menyukai kopi. Keadaan menyeretnya ke Jogja untuk penghadapi kenyataan pahit hidup. Lulu lalu bertemu Bisma di Kuasa Kopi dan belajar menjadi barista. Lebih tepat disebut barista siluman, seorang peracik kopi yang tidak menyukai kopi.

Cerita ini ditulis berdasarkan riset langsung selama satu tahun. Bara belajar meracik kopi dan bertemu orang-orang di balik mesin kopi espresso. Bagi yang belum tahu dunia kopi, novel ini akan membuka wawasan dan mendekatkan pembaca pada kerja-kerja peracik kopi dan jenis-jenis kopi yang biasa ditemukan di balik kafe kopi.

Lebih lanjut apa kata para blogger soal novel Espresso ini, kita mulai dari Kiw-review. Menurutnya, novel ini bukan roman picisan dan banyak informasi seputar kopi yang disampaikan mengalir tanpa menggurui.

Sulit bisa ditebak, demikian pendapat dari @agi_eka. Dengan alur yang tidak tertebak, buku ini akan memanjakan kita untuk terus membalikkan halaman demi halaman demi mengetahui apa yang akan terjadi pada tokoh utamanya. Teman-teman bisa belajar soal teknik cliffhanger yang mampu membuat pembaca merasakan page turner dari setiap bagian novel yang memiliki sampul cantik berlatar Jogja ini 😉

Dalam membaca karakter tokoh, @agi_eka menjelaskan, “Aku suka dengan karakter Lulu yang polos dan ambisius, Bisma yang memiliki masa lalu misterius, dan para sahabat yang kemudian mengelilingi keduanya. Dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, novel terbitan GagasMedia ini akan mengingatkan kita tentang arti ambisi, cita, dan cinta.”

Sependapat dengan @agi_eka, beragam pertemuan dengan banyak karakter, membuat cerita kian sulit ditebak juga dialami Yunia. Menurutnya, alur cepat dengan cerita padat informasi dan pilihan diksi yang menarik, serta kutipan yang unik, cukup menghanyutkan dalam membaca.

Sementara menurut Fariti W, Espresso berhasil menyoroti susahnya belajar membuat kopi, seperti apa yang dialami Lulu dalam novel ini. Di sini Bara akan mengantarkan kita berjumpa istilah-istilah kpi seperti steam, takaran, dll. Soal detail, Rizky Mirgawati, juga sependapat, Espresso memberikan banyak pengetahuan seputar kopi.

Soal perwajahan sampul dan tata letak, dikomentari juga oleh Rizky, “Apalagi didukung dengan layout dan cover yang eye-catching, novel ini kurekomendasikan buat kamu yang suka dan ingin tahu tentang kopi. Jenis bacaan yang ringan, dan bisa dibaca sambil menikmati waktu luang. Mungkin bisa ditemani juga dengan secangkir kopi atau minuman favoritmu.” 

Espresso juga bisa dinikmati dalam bentuk e-book yang bisa diunduh di Play Store. Bacaan ringan yang bisa dinikmati kapan saja sembari minum kopi atau untuk melewatkan waktu menunggu kendaraan ke tempat kuliah atau kantor. Cerita tentang cinta dan motivasi menjalani peliknya kehidupan.

 

 

Bertumbuh Bermimpi