Berburu Beasiswa Secara Cerdas

Berburu Beasiswa Secara Cerdas

Banyak jalan menuju Roma. Begitu pun dengan berburu beasiswa. Namun, berburu beasiswa belum tentu berhasil jika tanpa cara dan pemikiran yang cerdas.

Bagi kamu yang berminat untuk mendapatkan beasiswa, memilih beasiswa yang tepat adalah salah satu langkah penting yang harus kamu lakukan. Pasalnya, kamu yang paling tahu mengenai diri dan kemampuanmu. Dengan begitu, kamu juga yang paling tahu mau melanjutkan pendidikan di bidang apa, mau meneliti apa, atau mau kuliah di mana.

Lantas, apa saja sih, cara-cara cerdas dan tepat yang harus dilakukan saat kamu memutuskan untuk berburu beasiswa? Berikut adalah jawabannya.

  • Persiapkan Individual Portfolio yang merupakan dokumen perjalanan akademis kamu. Individual Portfolio ini biasanya berisi:
    – Fotokopi dan legalisasi ijazah SMA/S1/S2, serta terjemahan dalam bahasa Inggris
    – Fotokopi dan legalisasi transkrip nilai, serta terjemahan dalam bahasa Inggris
    – Surat rekomendasi dari kepala sekolah/dosen/supervisor dan atau atasan kamu di kantor (jika sudah bekerja)
    – Curriculum vitae dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
    – Skor TOEFL institusional yang memadai (jika memungkinkan dapat pula disiapkan skor TOEFL internasional atau IELTS)
    – Fotokopi dan legalisasi akte kelahiran, serta terjemahan dalam bahasa Inggris
    – Fotokopi kartu identitas (bisa berupa KTP, SIM, atau paspor)
    – Foto yang berukuran paspor/visa dengan latar belakang putih
  • Lakukan Assessment atau penilaian terhadap diri kamu sendiri. Ada dua pendekatan yang diperlukan dalam melakukan assessment terhadap diri sendiri, yaitu:
    – Character assessment (penilaian karakter). Metode ini dapat dilakukan mulai dari perenungan terhadap hal-hal mendasar tentang diri kamu.
    – In-depth assessment (penilaian mendalam). Metode ini dapat mengevaluasi potensi dan kemampuan diri, serta visi dan misi kamu dalam masa depan, termasuk bidang studi apa yang kamu minati. 
  • Menginventarisasi Status kamu saat ini. Misalnya saja, apakah saat ini kamu masih sekolah atau kuliah. Jika iya, beasiswa yang kamu cari untuk apa dan sebagainya. Penggambaran status atau posisi kamu saat ini sangat berguna dalam proses pencarian skema beasiswa mana yang paling tepat untukmu. 
  • Visi dan Misi kamu terhadap masa depan. Motivasi, target studi, dan target masa depan, bisa menjadi poin-poin penilaian yang kamu ungkapkan. Dengan begitu, kamu dapat menentukan sikap dan tujuan, ke mana arah perjalanan kapal kehidupanmu berjalan sehingga dapat mencocokkan dengan jenis beasiswa yang tersedia.
  • Kompetensi Akademik. Umumnya, salah satu syarat yang cukup krusial terkait dengan kompetensi akademik adalah Grade Point Average (GPA) atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Namun, perlu diingat bahwa GPA merupakan perolehan nilai kumulatif dari serangkaian mata kuliah yang kamu pelajari saat kuliah. Untuk itu, selain memperhatikan GPA, kamu juga perlu perhatikan masing-masing mata kuliah dalam transkrip nilai kamu. Lakukanlah analisis, kira-kira kompetensi kamu di bidang apa saja.
  • Pengalaman Pekerjaan. Langkah berikutnya adalah melakukan penilaian mendalam untuk mengetahui kompetensi bidang pekerjaan yang saat ini sedang kamu jalani. Perlu kamu pikirkan bagaimana relevansi bidang pekerjaan saat ini dengan latar belakang studi sebelumnya. Jika berbeda, tentunya hal ini akan menimbulkan pertanyaan dari penyedia beasiswa. Makanya, kamu perlu menyiapkan jawaban yang cerdas untuk mengantisipasi pertanyaan tersebut.
  • Kompetensi Bahasa dan Akademis lainnya. Kedua hal ini cukup penting untuk kamu perhatikan, terutama bagi kamu yang ingin mengajukan aplikasi beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri.

Nah, jika kamu sudah melakukan cara-cara di atas, mulailah untuk berburu beasiswa yang sesuai dengan minat, bidang, dan keinginanmu. Masih kurang juga informasinya? Baca saja dalam Buku Pintar Beasiswa karya Erny Murniasih yang diterbitkan oleh GagasMedia.

Buku ini merupakan panduan yang komplet untuk meraih beasiswa di dalam dan luar negeri. Buku ini terdiri dari tujuh chapter yang bisa kamu pelajari. Di antaranya memilih beasiswa yang tepat secara cerdas, mengenali dan mengisi formulir aplikasi beasiswa, dan how to deal with scholarship interview.

Bagi kamu yang baru pertama kali berburu beasiswa, jangan khawatir karena buku ini juga dilengkapi bonus CD yang berisi handbook, contoh CV & Formulir aplikasi, contoh Letter of Recommendation, dan contoh Statement of Motivation/Purpose.

Lengkap kan? So, tunggu apa lagi. Raih masa depanmu sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published.