Bertahan Atau Menyerah? Itulah Cinta

Bertahan Atau Menyerah? Itulah Cinta

“Bodoh!” Itulah panggilan khas Radit kepada Jani, dan sebaliknya. Mereka adalah sepasang kekasih yang kehidupan cintanya penuh dengan lika-liku.

Bermula dari sebuah tawa yang begitu lepas, Radit langsung jatuh hati pada Anjani, seorang cewek cantik dari keluarga yang cukup ada. Ya, tawa yang begitu lepas saat pertama kali ia dengar di atas panggung acara musik tempat Jani kuliah.

Sedangkan bagi Jani, Radit—cowok penuh tato ditubuhnya dan hidup sebatang kara ini—merupakan aliran sungai yang membawanya ke lautan lepas. Radit pula yang menunjukkan jalan untuk menemukan kekuatan yang selama ini tidak ia sadari. Kekuatan untuk menjadi dirinya sendiri.

Berdua mereka saling mencinta dan memuja. Namun sayang, hubungan itu tidak direstui oleh keluarga Jani hingga membuat Jani kabur dari rumah. Seiring dengan itu, akhirnya kedua orang tua Jani pun menyerah, merelakan Jani menikah dengan Radit.

Seiring dengan waktu, Radit dan Jani menjalankan hari yang penuh dengan cinta. Mereka seolah dimabukkan oleh lima kata itu. Bahkan, tak hanya cinta yang membuat keduanya mabuk kepayang. Putaw, ganja, dan alkohol pun turut serta menghiasi malam-malam mereka.

Tak jarang, mereka harus mengutil atau mencuri hanya untuk memuaskan rasa lapar. Karir Radit sebagai musisi hancur karena ia dikeluarkan dari grup band-nya. Sedangkan Jani, harus keluar masuk tempat kerja hanya karena kecemburuan Radit yang berlebihan.

Ditambah lagi, kebiasaan “nagih” Radit yang tak bisa ditolak membuat hidupnya dan Jani semakin menderita. Janji Radit kepada Jani selalu saja terabaikan karena barang jahanam itu.

Satu hal yang tak dapat disangkal Radit bahwa hidup, cobaan, dan cinta selalu berpegangan erat. Berdiri dengan saling merapat. Meski Radit sadar bahwa ia memiliki cinta yang tak terbatas pada Jani.

Membaca novel adaptasi Radit & Jani karya Rio Rinaldo yang diterbitkan oleh GagasMedia ini mengajak kita pada kenyataan bahwa sebesar apapun cinta yang kita miliki untuk orang lain, tidak selalu sejalan dengan alur kehidupan.

Ketika semuanya harus menyerah pada keadaan yang nggak memungkinkan kita untuk terus berada di samping orang yang kita cintai. Apa yang bisa cinta perbuat? Kita hanya bisa pasrah dan menyerah pada keadaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You are loved