Gita Romadhona

 

Tentang Gita kata:

Windy: Gita itu seseorang editor yang baik. Baik karena mau belajar. Baik karena mau mendengar. Baik karena mau mencari. Baik karena selalu merasa waswas. Baik karena selalu ingin menjadi lebih baik.

Gita juga teman yang baik. Baik karena ikut merasa. Baik karena terus memberi. Baik karena selalu ada. Baik karena bisa mengatakan apa pun dengan jujur.

Gita juga seperti gelas kristal. Rapuh. Menjadi kuat karena dilindungi dengan baik. Aku rasa, tak apa-apa kalau sesekali kita tak menjadi cukup kuat atau cukup baik di mata orang lain. Karena dengan begitu, kita akan terus menjadi.

Jeffri : Kalo Windy bikin Serikat Perempuan Berbadan Dua Dimensi, pastilah si Gitong jadi wakilnya. Atau minimal exclusive member lah. Berusaha keras menggendutkan diri. Tapi apa daya, takdir dan peternakan cacing di perut mengharuskan dia berberat badan setengah dari pasangannya.

Penggemar cargo pants. Mungkin karena dia hobi hiking jadi butuh celana yang bisa muat banyak. Tapi tebakan gw, celana cargo cuma dipakai untuk ngasih ilusi kalo kakinya tuh cukup besar. Pencinta lingkungan dan, otomatis, suka warna-warna alam: ijo, khaki, cokelat, pokoknya yang butek-butek deh. Kubikelnya aja ditutupin sama kertas ijo. Untung aja pacarnya nggak (buto) ijo huehehe….

Tegas dan gak suka basa-basi. Kalo ga suka, bilang ga suka. Makanya nggak cocok jadi aktris soalnya kalo marah langsung keliatan. Things I admire from her: pekerja keras, mandiri, dan berprinsip. Willing to fight for what she trully believes in. Btw, kalo demo lagi, gw ikut ya

Christian : Pokoknya, kalo Alanis Morisette dan Eddie Vedder ada di Indonesia, dia udah nggak mau ketemu lagi sama dua orang itu… Soalnya udah punya HIM. Tanya aja sama Iwied dan Wira. 🙂

Alit :  Suka maksa-maksa abang buat nemenin makan, tapi yang ada dibatalkan secara sepihak hehe… Gita tu paling workaholic, semua-semua dikerjain dengan penuh semangat, sampe weekend kalo pulang nggak bawa laptop, pasti ngerasa bersalah. Take it easy, Git… 🙂

Resita : Dari luar, Gita itu sering pake baju kotak-kotak dan celan kargo. Ehm… apa lagi ya? Speechless… Tanya aja ama Iwied dan Wira 🙂

Ninish : Jauh-jauh dari Jambi cuma pengen jadi ekornya Christian? Ckckckck…. Itulah Gita, ke mana Christian pergi Gita selalu mengekor. Kalau ditanya kenapa, dia cuma bilang, suka aja. Kalau Christian tiba-tiba menghilang dari pandangannya, Gita kebingungan, kehilangan arah dan tujuan.:D Yang gue suka, di mejanya selalu tersimpan makanan…. Gita baik deh, nggak pernah nolak kalau gw minta makanannya… :)) *ketawa iblis*

Wahyu : Gita… mmmm, awal ketemu di Arteri pendiem bgtz, suka mojok (maksudnya suka duduk menyendiri di pojokan). Beberapa bulan kemudian, ketemu lagi di Margo City jadi rame,  plus ceria. Di pertengahan 2008 ketemu lagi sampai sekarang, Gita semakin… semakin ceriwis, senyumya yg sumringah, sekaligus memerah pas disebutin nama seseorang (pastinya bukan gw, lah :-D).

Aneesy : Dia merebut nama calon suamiku..si Eddie Vedder. Diriku kalau melihat dirinya yang bergaya dirinya… Aku jadi ingat dirinya. Lho? Hehehehe

Deta : Kalo liat Gita, cuma 1 yang bikin gw penarasan: celana kargo-nya beli di mana seh??? Gayanya santai abis deh. Agak cempreng, tapi… fun kok! “Jadi, boleh nggak gw titip beli celana kargo kayak punya lo?” huehehehe, teteup ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.