Hasilkan Foto Kece dengan Ponsel

smartphone photography

Untuk bisa mendapatkan hasil jepretan yang kece dan menarik nggak mesti pakai kamera mahal, lho. Pakai smartphone yang kamu miliki juga bisa. Nggak percaya? Ariana Octavia sudah membuktikan melalui pengalamannya yang ia tuangkan dalam buku berjudul Smartphone Photography.

Kesukaan jeprat-jepret Ariana dan mengunggahnya di media sosial rupanya membawa hasil positif bagi wanita kelahiran 31 Oktober 1978 ini. Minimnya pengalaman fotografi bukan halangan bagi Ariana untuk memperdalam hobi memotretnya. Berbekal kamera ponsel yang sederhana—yakni berukuran 8 megapixel, Ariana pun mencari tahu faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan jika ingin menghasilkan foto yang bagus.

Menurut Ariana, bukan kamera atau smartphone mahal yang menjadikan fotomu bagus. Tetapi tekniknya.

“Untuk dapat foto yang bagus, paling nggak kita perlu tahu teknik dasar dari fotografi. Itu yang akhirnya nanti akan ‘menyelamatkan’ hasil potret kita,” ungkap Ariana.

smartphone photography
Foto dari IG @ariana_arriana

Tak dipungkiri, Ibu dua orang anak itu pun sempat mengalami kerepotan luar biasa di awal karier smartphone photography-nya. Dari mulai menentukan arah cahaya, konsep, properti pendukung, angle, hingga proses editing. Namun, semua itu akan menghasilkan jepretan yang kece ketika kamu sudah menguasainya.

Nah, bagi kamu yang mempunyai toko online dan ingin memotret produknya untuk di-upload ke sosial media, Ariana membagi tipnya supaya hasil foto kamu tetap cantik.

  • Jangan foto di dalam rumah, lalu mengandalkan cahaya lampu. Hal itu bisa menyebabkan objek foto terhalang bayangan tangan. Belum lagi, warna objek bisa berubah karena ternyata lampu ruangannya berwarna kuning atau lainnya.
  • Keluarlah dari rumah, tapi hanya sebatas sampai teras saja. Jika sampai keluar ke halaman rumah, kamu akan bertemu “musuh bebuyutan”, yakni cahaya langsung dari atas. Kenapa? Karena cahaya langsung yang mengenai objek akan menutupi dengan cahayanya yang keras, sehingga objeknya jadi tidak terlihat.
  • Pakailah cahaya samping, karena ini cahaya paling aman buat para pemula dan pemakai kamera smartphone. Cahaya samping adalah sumber cahaya yang ada di samping kanan atau kiri objek. Sementara itu, kita sebagai pemotret berdiri menghadap objek dan sumber cahaya ada di samping kanan atau kiri tempat kita berdiri.
  • Pakai reflector, yaitu benda yang diletakkan berseberangan dengan sumber cahaya dan fungsinya untuk memantulkan cahaya ke objek, sehingga objek terlihat stand out. Adapun benda-benda yang bisa digunakan sebagai reflector adalah cermin, loyang kue, pelindung kaca mobil yang terbuat dari aluminium foil, atau styrofoam.
  • Ambillah foto produk atau makanan menggunakan smartphone dengan posisi portrait dan setting hasil foto dalam ukuran standar. Memotret dengan cara ini membuat kita lebih leluasa menata properti. Foto pun memiliki ruang kosong lebih banyak sehingga tidak terlihat sumpek atau penuh. Kalau objek memanjang ke samping, mundurlah, sehingga semua akan masuk ke dalam frame. Nanti tinggal kita crop ketika akan mengedit di aplikasi editing sesuai dengan size yang kita mau dan seberapa besar yang mau kita tampilkan dalam frame.

So, bagaimana, tertarik untuk mencoba? Yang jelas, buku Smartphone Photography bukan hanya membuat tampilan galeri Instagram-mu makin keren, tetapi juga terkesan berkelas dan profesional!

Silakan Tinggalkan Komentar