Kesempurnaan Sebuah Perjanjian Hidup

Kesempurnaan Sebuah Perjanjian Hidup

Karina menjerit histeris ketika Daniel hanya menatapnya penuh kehilangan. Karina memang tidak begitu menginginkannya, tetapi bukan seperti ini caranya.

Keguguran Karina merupakan shock terapi kedua setelah ia mengetahui bahwa dirinya hamil. Karir yang sedang dirintis dan bayangan masa depan seketika itu juga menjadi buram karena kejadian yang tidak disengaja saat ia berada di Lombok bersama Dewi—sahabatnya.

Awalnya, Karina tidak ada niatan untuk adu kuat minum minuman beralkohol dengan Daniel—seorang pria tampan yang angkuh—saat berada di sebuah resor di Lombok. Ia hanya menggantikan posisi Dewi yang sudah mabuk berat dan tidak sanggup lagi untuk meneruskan taruhan itu.

Namun, apa yang terjadi bukan hanya sekadar taruhan minum semata. Baik Karina maupun Daniel akhirnya sama-sama mabuk dan peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang membuat Karina harus menemui lagi pria kaya raya itu untuk meminta pertanggungjawabannya.

Seorang calon bayi hadir di dalam rahim Karina tanpa ada cinta di antara dirinya dan Daniel. Hal ini pula yang memicu lahirnya sebuah perjanjian hitam di atas putih terhadap masa depan bayi yang sedang dikandung Karina.

Seiring dengan perjanjian yang mereka sepakati bersama, Karina mulai ragu dengan perasaannya sendiri. Mengapa setiap kali ia melihat Daniel timbul perasaan yang tidak bisa ia mengerti? Begitu juga dengan Daniel, saat ia bersama Karina, tubuhnya bereaksi terhadap kehadiran wanita seksi yang bercita-cita menjadi chef itu.

Sayangnya, di saat Karina sedang menikmati kebersamaannya dengan Daniel, ada saja masalah yang mengganggu. Bahkan secara tidak langsung bisa dibilang, masalah itu pula yang menjadi penyebab keguguran yang dialami Karina.

Lantas, apa yang terjadi kemudian antara Karina dan Daniel setelah tidak ada bayi itu? Mungkinkah mereka menyadari perasaan masing-masing? Temukan jawabannya dalam novel Baby Proposal karya Dahlian & Gielda Lafita yang diterbitkan oleh GagasMedia.

Novel bertema cinta ini begitu menyentuh perasaan. Kedua tokoh yang sama-sama menonjol, begitu kental dalam tiap alurnya. Karina sebagai seorang wanita yang memiliki trauma masa lalu dalam keluarga, memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan pilihan yang telah diambilnya. Meski demikian, nalurinya sebagai seorang calon ibu begitu terkoyak saat mengetahui bayi yang dikandungnya tidak lagi bisa diselamatkan.

Sedangkan Daniel merupakan tipe lelaki yang jadi dambaan tiap wanita. Postur tubuh dan penampilan fisik yang sempurna, serta kemapanan masa depan membuatnya terlihat tanpa cacat. Tidak hanya itu, kesempurnaan Daniel menjadi sangat menonjol karena ia begitu menyayangi ibunya.

Cinta di antara kedua tokoh ini, hadir dengan sendirinya. Tanpa mereka sadari, perjanjian yang mereka sepakati hanya tinggal perjanjian. Lebih dari itu, mereka akhirnya menyadari bahwa cinta yang mereka miliki pada dasarnya tidak membutuhkan alasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.