Ketika ‘Penghuni’ Alas Ketonggo Marah

Brraakkkkkk!!! Tiba-tiba angin meretas ribuan dahan dan batang pohon dengan laknat. Tanpa ampun. Hutan terkoyak. Angin yang semula sekali menerbangkan butiran-butiran tanah renik dan daun-daun kering berubah garang tanpa gradasi. Mengancam dan membahayakan.

Saat itu pula, Manda—seorang reporter Voice of Korea (VOKO), dan Rino—kamerawan junior salah satu stasiun televisi sedang meliput proyek ambisius ‘Golf Course & Hotel Alas Indah’ di Alas Ketonggo, Desa Sriganti, Jawa Timur. Mereka berdua mendadak hilang saat menjalankan tugas pertamanya di luar kota. Mereka hilang saat meliput demo penduduk Angker Batu atas proyek raksasa di Alas Ketonggo. Menurut kepercayaan warga di sana, Alas Ketonggo adalah tempat yang angker. Konon, di sana terdapat semacam kerajaan lelembut besar di alas tersebut.

Hal ini pula yang menyebabkan banyak nyawa melayang. Pembangunan proyek lapangan golf dengan 180 holes, membuat penghuni ‘dunia lain’ Alas Ketonggo marah. Tidak hanya para pembangun saja yang akan terkena dampaknya, melainkan para penduduk, dan mungkin seluruh manusia.

Mendengar kabar hilangnya Manda dan Rino, Yudha—sebagai atasan Manda, Kanaya—salah seorang reporter senior, dan Warno—sopir kocak yang terobsesi menjadi wartawan pun menyusul ke lokasi untuk melakukan pencarian. Namun, alangkah terkejutnya mereka karena proyek itu sepi tanpa pekerja dan kota di dekat proyek telah ditinggalkan penduduknya secara misterius. Alas Ketonggo dan daerah sekitarnya bagaikan kota mati tak berpenduduk. Keadaan sunyi mencekam dan porak-poranda, seperti ditinggalkan oleh penduduknya dengan terburu-buru. Namun, semua yang ditinggalkan masih terlihat rapi pada tempatnya.

Di sana pula, Yudha menemukan Kim, orang Korea yang mengepalai pembangunan proyek tersebut dalam kondisi ketakutan dan setengah sadar. Di tengah kota yang tak berpenghuni itu, mereka juga menemukan seorang perempuan misterius yang sama sekali tidak mau bicara. Apa yang sebenarnya terjadi pada penduduk Angker Batu? Siapa yang mampu memporak-porandakan hutan Alas Ketonggo yang begitu lebatnya? Dan, berhasilkah Yudha, Kanaya dan Warno menemukan Manda dan Rino?

Suasana mencekam yang terjadi di Alas Ketonggo terasa lebih hidup dengan penggambaran Ruwi Meita dalam novel adaptasi terbarunya yang berjudul AngkerBatu yang diterbitkan GagasMedia.

Yang jelas, saat membaca novel ini sebaiknya jangan sendirian. Lumayan serem. Apalagi pas melihat potongan foto-foto dari bebarapa adegan yang terdapat di film AngkerBatu. Dijamin, kamu semua bakal merinding.

Leave a Reply

Your email address will not be published.