Lajang Party yang Berbuah Petaka

Lajang Party yang Berbuah Petaka

Siapa sih yang nggak senang menjelang pernikahan? Biasanya, sebelum nikah ada tradisi pesta bujang yang dilakukan segelintir cowok. Tapi, hati-hati jangan sampai menjadi petaka.

Simon, Ferry, dan Rifky adalah tiga orang sahabat yang terkenal sebagai biang kerok di Kampung Batu Dalem. Bersama Aryo—yang terkenal lebih kalem dari Simon, Ferry, dan Rifky—mereka merencanakan sebuah pesta kecil-kecilan bagi Steve—cowok yang segera melangsungkan pernikahan.

Sayangnya, rencana pesta kecil-kecilan ini mengambil tempat di sebuah rumah kosong yang katanya terkenal angker. Tapi mereka nggak perduli. Mereka tetap mengadakan pesta itu di sana. Bahkan, mereka memanggil seorang cewek untuk striptis di sana.

Tapi, belum lama mereka menikmati pertunjukkan striptis itu, si penari ternyata kecapean dan memilih untuk tidur. Acara pun menjadi garing. Namun, bukan Simon namanya kalau nggak bisa bikin pesta jadi ramai kembali. Saat itulah ia mengeluarkan jangka setan.

Dengan berbekal sebaris mantra, secara tidak sengaja Simon telah berhasil memanggil penghuni rumah tua itu. Sejak saat itu pula, seluruh Kampung Batu Dalem geger dengan adanya berbagai macam penampakan dari mahluk halus.

Satu per satu dari penduduk di sana merasa takut dan sangat tidak nyaman karena sering kali diganggu oleh mahluk halus. Anehnya para hantu ini merintih-rintih, minta diselamatkan. Seiring dengan itu, keadaan makin nggak karuan. Bahkan, Aryo—salah satu sahabat mereka—harus meregang nyawa.

Simon, Ferry, Rifky, dan Steve harus melakukan sesuatu. Mereka nggak bisa membiarkan hal itu berkelanjutan. Apa yang kira-kira bakal dihadapi oleh keempat sahabat ini?

Temukan jawabannya dalam novel adaptasi GagasMedia yang berjudul Hantu Biang Kerok karya Endang Rukmana. Membaca novel ini nggak akan membuatmu ketakutan. Karena Endang menulisnya dengan gaya yang lucu sehingga kamu bisa membacanya dengan tenang. Satu hal yang perlu digarisbawahi, ketika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, hanya keikhlasan yang mampu membuatnya tenang dan bahagia.

Profil penulis:
Endang Rukmana adalah seorang cowok yang lahir di Rawa Bebek, 15 Mei ¼ abad silam. Saat ini, ia masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Selain novel adaptasi ini, Endang juga telah menulis beberapa novel ajib lainnya dengan judul Sakit ½ Jiwa, Blackforest Blossom, Pahe Telecinta, Cium Aku Lagi, Plissst!, dan dua novel adaptasi lainnya, yaitu Gotcha! Dan ML-Mau Lagi?

Buat yang pada mau kenalan sama Endang atau kirim-kirim kembang duren, silakan add friendster-nya di akudisinibahagia@yahoo.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.