Me & My Broken Heart Wulanfadi: Aku Belum Pernah Patah Hati

header me and my broken heart

Masih ingat kisah cinta antara Matt dan Mou dalam novel Matt & Mou atau Seth dan Mourina dalam Story of Seth? Nah, kini Wulanfadi—penulis kedua novel tersebut—hadir kembali melalui novel terbarunya yang berjudul Me and My Broken Heart.

Beberapa waktu lalu, GagasMedia mengadakan #TanyaPenulis bersama Wulanfadi tentang novel terbarunya ini. Apa saja ya, yang ditayakan pembaca tentang novel tersebut? Berikut rangkumannya untuk kamu.

Astrndrn: Hai, Kak Wulanfadi. Akhirnya buku ini menjadi buku ke sekian Kakak yang diterbitkan, ya. Mau tanya Kak, apa susah dan senangnya saat menuliskan #MeandMyBrokenHeart? Terus siapa sih karakter yang paling nggak bisa Kakak lupain di cerita ini?

Wulanfadi: Halo, Astri! Akhirnya ya, Me and My Broken Heart adalah buku ke-8 ku yang terbit setelah satu tahun aku gak menerbitkan cerita. Untuk kesulitan dari cerita ini adalah… aku belum/gak pernah patah hati! Jadi rada sulit untuk bisa memahami apa yang dirasakan orang yang patah hati. Biasanya, orang yang patah hati itu lebih rindu sama kenangannya dibanding sama orang/objeknya. Dan untuk melupakan itu, harus cari kesibukan baru. Aku fokus di sana. Sulitnya lagi, karakter Mika sama Luna itu bertolak belakang banget, hahaha! Mika yang kocak dan Luna yang serius. Bikin senyum-senyum sendiri sih, pas baca ulang, hehehe.

Kalau senangnya, Me and My Broken Heart adalah cerita pertama yang aku tulis dengan formula cerita! Beneran! Dulu dulu aku cuma nulis seabstrak itu. Di cerita ini, aku mulai belajar banyak hal, dibimbing juga sama editorku. Banyak pelajaran yang baru bikin aku makin semangat nulis cerita ini, yaaah, meski pengerjaannya cukup panjang, yaitu dari 2015 hingga 2017. Tahun 2018 baru terbit. Lumayan lama, ya ☺. Untuk karakter, tentu aja yang gak bisa aku lupain adalah Mika dan Luna. Dua-duanya punya jalan pikiran yang dewasa dengan cara mereka masing-masing. Meski kadang, mereka juga bisa salah sama pilihan-pilihannya

Ellyafirza: Ada gak pencapaian yang belum Kakak dapatkan? Dan juga pernah gak merasa mau berhenti menulis karena merasa sudah puas dengan beberapa novel yang terbit dan difilmkan. Atau bahkan mau berhenti menulis karena capek dengan dunia menulis, seperti kehabisan ide atau bahkan merasa karya Kakak gak bagus?

Wulanfadila: Halo, Ellya! Kalau pencapaian, pasti ada dong, salah satunya adalah ceritaku bisa diterjemahin ke bahasa lain. Pernah ada yang mau baca cerita Time di Wattpad dan mereka gak bisa baca karena bukan bahasa Inggris. Aku udah nyoba buat cerita Tosca versi bahasa Inggris-nya tapi grammar-ku masih kurang baik, jadi belum berhasil. Kalau dibilang udah puas, sebenarnya gak gitu juga. Masalahnya ada di diri aku. Jadi penulis yang udah dikenal, bikin aku jadi takut buat berekspresi. Kalo aku nulis ini, ada yang tersinggung gak ya. Itu yang kadang suka berputar di otak aku, bikin aku makin lambat buat bisa nulis. Dibilang capek sama dunia nulis juga enggak, kayaknya gak akan pernah capek. Sebenarnya lebih ke takut. Takut kalau karyanya gak bisa sebagus yang dulu, takut gak ada peminatnya, takut tiba-tiba stuck di tengah jalan. Semua ketakutan itu sebenarnya gak akan jadi nyata kalau aku dari awal gak takut. Makanya aku lagi nyoba buat ngelawan takut itu. Prosesnya lambat sih, tapi yang penting gerak. Dan oiya, jangan lupa untuk tetap berdoa dan berserah diri pada Yang Mahakuasa.

Bagaimana, seru kan tanya jawabnya?

Me & My Broken Heart menceritakan tentang dua anak manusia bernama Mika dan Luna yang mencoba move on dari kisah cintanya masing-masing. Di saat mereka mencoba tak lagi peduli dengan cinta, saat itu pula cinta menunjukkan kekuatannya. Sejauh apa pun mereka saling mengingkari, cinta selalu menemukan cara untuk mempersatukannya. Bagi kamu yang belum membacanya, langsung aja datang ke toko buku terdekat atau unduh ebook-nya melalui PlayStore, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.