Menjemput Ajal di Pulau Hantu

Menjemput Ajal di Pulau Hantu

Berlibur di sebuah pulau dengan hamparan pasir putih dan pantai yang indah tentunya menjadi satu hal yang diimpikan siapapun. Tapi apa jadinya jika pulau tersebut malah membuahkan petaka?

Dengan susah payah, Dante mencoba untuk melarikan diri dari kejaran hantu pulau yang sangat jahat. Sekuat tenaga, ia mencoba berteriak ketika melihat segerombolan anak muda turun dari sebuah perahu. Anak-anak muda yang ingin mengadakan rave party di pulau Madara untuk perayaan pernikahan teman mereka.

Dante mencoba meyakinkan keenam anak muda ini—Martin, Joe, Brian, Aura, Tya, Marsya, agar segera pergi dari pulau tersebut. Sayangnya, mereka tidak memercayai ucapan Dante. Bahkan mereka sempat berpikir bahwa Dante-lah yang membunuh semua temannya dan mengarang cerita tersebut.

Namun, sebenarnya pernyataan Dante telah didukung oleh Pak Tandu, seorang paranormal handal yang diajak untuk menjaga mereka. Sejak awal, Pak Tandu sudah merasakan aura yang sangat jahat dari penunggu pulau itu. Hingga akhirnya, Pak Tandu tak pernah kembali lagi setelah pergi ke bagian barat pulau tersebut.

Sesampainya mereka di ressort, mereka pun mulai menjelajah tiap ruangan. Dari sinilah kejadian-kejadian aneh mulai terlihat. Boneka berkepang dua yang dulu sempat mengganggu teman-teman Dante, kini ditemukan di gudang wine. Padahal sebelumnya, boneka itu ada di kamar Tania—anak pemilik ressort tersebut. Di gudang wine ini pula, Dante menemukan Nero—satu-satunya teman yang masih hidup.

Kejadian aneh lainnya mulai terjadi lagi. Aura yang sedang bermain banana boat, tiba-tiba saja tenggelam. Pencarian yang dilakukan Martin—pacar Aura—ke dasar laut tidak membuahkan hasil. Aura tetap tidak ditemukan, tapi tidak lama kemudian muncul secara tiba-tiba di tepi pantai dengan pandangan mata kosong sambil memegang boneka berkepang dua.

Dari situ, satu per satu teman mereka mati dengan cara yang mengenaskan. Bahkan beberapa di antara mereka mati terkapar di makam misterius di bagian barat pulau itu. Belum lagi, dua ratus undangan sudah on the way ke pulau itu. Akankah mereka selamat? Atau bahkan, tragedi berdarah mahabesar bakal terjadi di sana?

Semua misteri ini akan terjawab dalam novel adaptasi terbaru GagasMedia, Pulau Hantu yang ditulis oleh Setyawan Barrie. Pada film Pulau Hantu pertama, diceritakan memang hanya Dante dan Nero saja yang berhasil lolos dari hantu pulau yang jahat itu. Di sequel-nya yang kedua inilah kamu bisa mengetahui apakan Dante dan Nero berhasil kembali ke Jakarta atau tidak.  Novel ini terbilang cukup menegangkan. Setyawan cukup mampu melukiskan kengerian yang terjadi di pulau tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fun fearless