Merayakan Nothingness di Alun-Alun Indonesia

Merayakan Nothingness di Alun-Alun Indonesia Grand Indonesia

Jumat, 29 Mei 2009

Kursi telah terisi penuh. Malah tidak sedikit yang rela berdiri menanti kedatangan pria berambut keriting dan bermata sipit itu. Tamu undangan, pekerja media, dan para penggemarnya bergeming menunggu kehadirannya.
Jelang pukul setengah empat kurang, Wimar Witoelar (WW) datang dan langsung disambut gembira oleh semua orang. Launching buku More About Nothing pun digelar. Melisa Karim langsung memandu acara bertema Let’s Celebrate Nothingness secara interaktif dan menyenangkan.

Acara ini dibuka dengan penyerahan mockup besar kaver buku More About Nothing dari Windy Ariestanty, wakil Gagasmedia ke WW. Juga sebagai simbolisasi Tina Sutanto, Head marketing and promoting Alun-Alun Indonesia, menyerahkan frame buku More About Nothing pad WW.

Tanpa sambutan dan basa-basi ataupun ritual seremonial, WW langsung mengajak audience untuk bertanya soal apa pun. Tetap interaktif dan melibatkan banyak orang.

More About Nothing adalah kumpulan kisah-kisah kecil yang sepintas dianggap nothing dalam kehidupan sehari-hari, namun oleh WW direspon dalam tulisan yang ringan, mengalir, menghibur, dan reflektif.

Sekadar catatan, WW mulai dikenal dan popular sejak ia membawakan acara Perspektif di televisi. Selain itu ia juga bersentuhan dengan dunia radio, menulis kolom, dan buku.

Saat ditanya mengapa WW bisa sukses sebagai penulis. WW menjawabnya dengan rendah hati, semua itu berkaitan dengan hubungan relasi baik, misalnya dengan wartawan dan penerbit. Soal tulisan-tulisan dalam buku More About Nothing, WW sendiri mengaku senang membacanya. Ia menuliskan sesuatu yang bermakna baginya. Kisah-kisah dalam buku tersebut berhubungan dengan kejadian nyata dan berelasi dengan orang; menyangkut kehidupan orang, menyentuh perasaan orang, dan dibuat dengan kata-kata yang sederhana.

Dalam kesempatan ini, WW juga menceritakan proses kreatif pembuatan buku tersebut yang banyak melibatkan Erna Indriani dan Windy Ariestanty. Kumpulan cerita tersebut berasal dari tulisan-tulisan WW di Area Magazine yang berjumlah 80-an. Kemudian diseleksi dan terpilihlah 27 tulisan dalam More About Nothing. Sebelumnya WW juga membukukan kumpulan tulisannya dalam A Book About Nothing. Kedua buku tersebut diterbitkan Gagasmedia.

Hadir pula dalam event ini, Fira Basuki, para blogger, teman-teman WW dari Facebook, awak redaksi Gagasmedia, dan tim dari InterMatrix Communications.

Acara ini ditutup dengan agenda khusus untuk para pengunjung yang ingin mendapatkan tanda tangan dari WW. Itulah Jumat sore yang seru dan penuh tawa. Sebuah sore yang menyenangkan tentang perayaan "nothingness" dari Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.