Pelatihan Menulis: Ajang untuk Menjaring Penulis Muda Berkualitas

Jakarta-GagasMedia. Beberapa waktu lalu, 24-25 Februari 2007, penerbit buku populer GagasMedia mengadakan pelatihan menulis yang bertema It’s fun to read and write bagi teman-teman yang sekolah di SMU Negeri 70, Bulungan, Jakarta Selatan.

Pelatihan menulis ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Philobiblic dalam meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan remaja. Dengan adanya pelatihan menulis ini, diharapkan akan lahir pula generasi baru.

“Mungkin kita semua sudah kenal dengan Ayu Utami. Mereka adalah penulis yang bagus, tapi tetap harus ada regenerasi. Melalui pelatihan menulis inilah, kita mencoba untuk menjaring generasi baru seperti Ayu Utami,” kata Redaktur Pelaksana GagasMedia, Windy Ariestanty.

Hal senada juga diungkapkan guru bahasa Indonesia SMU Negeri 70, Lies. Menurutnya, pelatihan menulis seperti ini banyak sekali manfaatnya. “Banyak anak-anak sekolah yang menulisnya bagus-bagus. Bahkan, di antara mereka sudah ada yang sering menulis untuk majalah. Hanya saja, tatap muka di dalam kelas itu kan terbatas, jadi dengan adanya pelatihan menulis seperti ini tentunya menjadi kesempatan yang bagus sekali bagi mereka untuk bisa menambah wawasannya tentang menulis,” katanya.

Dalam pelatihan menulis ini, para peserta yang terdiri dari 20 orang siswa/i SMU Negeri 70 harus mengikuti beberapa materi seperti dasar menulis, penggalian ide, strategi menciptakan dan mengembangkan karakter, strategi membuat plot, menghindari writer’s block, dan mengedit tulisan. Adalah Yayan Sopyan dan A.S Laksana yang bertindak sebagai pembicara dari Jakarta School, salah satu sekolah menulis yang ada di Jakarta.

It’s fun to read and write

Membaca dan menulis itu memang menyenangkan. Namun sayang, belum banyak orang-orang yang sadar akan hal ini. Seperti yang dikemukakan Yodi, salah satu peserta pelatihan menulis SMU Negeri 70. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bagus untuk diadakan tidak hanya bagi mereka yang suka menulis saja. Tapi juga untuk mereka yang jarang menulis.

“Sering-sering aja mengadakan acara seperti ini, khususnya bagi mereka yang jarang menulis. Gini aja deh, di SMU ini aja, dari 1200 siswa hanya 20 orang yang benar-benar punya basic dan keinginan untuk nulis. Belum lagi yang di luar sana. Paling nggak, kalau acara ini sering diadain untuk mereka yang jarang nulis, pastinya makin banyak lagi dong orang yang suka nulis,” katanya saat ditemui disela-sela kegiatan tersebut.

Senada dengan Yodi, salah satu pembicara kegiatan ini dan penulis Kok Putusin Gue, Test Peck dan Heart, Ninit Yunita, mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa meningkatkan motivasi terhadap mereka yang ingin benar-benar terjun ke dunia ini.

“Dulu, saya senang sekali kalau ketemu penulis. Saya jadi terinspirasi. Saya harap, sih, saya juga bisa memberikan inspirasi dan motivasi juga kepada mereka yang ada di sini,” katanya menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

jakbook 2022