Penantian Panjang Demi Sebuah Janji

Menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya ya. Itulah yang terjadi pada Violara, cewek yang hidup sebatang kara. Seseorang telah meninggalkannya di sebuah halte bus saat ia masih bayi.

Selama ini Lara tinggal di sebuah panti asuhan. Awalnya, Lara adalah seorang cewek yang pendiam dan tertutup terhadap teman-temannya. Namun, kehadiran Dika merubah segalanya. Lara pun menjelma menjadi seorang cewek yang terbuka dan supel.

Tiga tahun pacaran dengan Dika bukanlah waktu yang sebentar. Hingga satu saat, timbul masalah yang benar-benar tak diduga oleh Lara. Mama Dika menemuinya di sebuah restoran dan meminta Lara untuk menginggalkan Dika tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya Lara yang diperlakukan seperti itu, bahkan Dika pun dilarang untuk menemui Lara lagi.

Dengan adanya masalah tersebut, Dika meminta Lara untuk berjanji bahwa dia tidak akan meninggalkan Dika sampai kapan pun. Namun, apa yang terjadi selanjutnya tidak seperti yang diharapkan Lara. Usahanya untuk menepati janji ke Dika, malah membuatnya hidup dalam kesedihan, sampai-sampai, Lara menolak cinta Rama—guru les bahasa Inggrisnya—yang tulus mencintainya.

Semua hanya demi janji. Lara pun terbelit dilema; haruskah dia melupakan janjinya ke Dika dan memilih Rama. Masih pusing dengan dua pilihan itu, tiba-tiba muncul pria lain yang menyatakan rasa sayang ke Lara. Hal ini makin membuat Lara bingung, karena pria itu adalah kakak kandung Dika yang juga sahabat karib Rama. Janji apa yang ingin ditepati oleh Violara? Siapakah pria yang dipilihnya? Dan, kenapa mama Dika tidak setuju Lara tetap bersama Dika?

Semua ini terangkum dalam novel Janji Violara karya Pipit Indrawati yang diterbitkan oleh GagasMedia.

Gregetan dan haru adalah dua rasa yang bisa kamu kecap saat membaca novel ini. Awal kisah cinta yang menyenangkan ternyata tidak menjanjikan kebahagiaan yang abadi di akhir cerita. Apalagi jika ditambah dengan banyaknya pilihan pria yang hadir di antara dua insan yang sedang jatuh cinta. Rumit, iya. Bingung, pasti.

Janji tinggallah janji. Semua janji akan terkalahkan oleh janji lain yang lebih utama. Pensaran? Makanya, buruan baca deh kisahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.