Persiapkan Masa Depan dengan Matang

Persiapkan Masa Depan dengan Matang

Siapa bilang milih program studi itu semudah membalikkan telapak tangan? Memilih program studi itu ibarat memilih pintu masuk ke masa depan. So, ada baiknya jangan salah pilih!

Seperti kita tahu, pemilihan program studi sangat erat kaitannya dengan dunia kerja di masa depan. Bagi kamu yang bara saja mau menyelesaikan pendidikan SMU, usahakan jangan sampai bingung untuk menentukan program studi yang bakal kamu pilih nantinya.

Sebagai gambaran, saat ini negara-negara di dunia sedang sibuk mencari alternatif perekonomian yang nggak lagi bergantung pada alam. Hingga akhirnya, pilihan yang paling tepat jatuh kepada sektor perekonomian kreatif—atau biasa disebut industri kreatif—yaitu perekonomian yang menjadikan kreativitas dan kemampuan intelektual sebagai dagangan utamanya.

Industri kreatif yang cukup ‘booming’ di Indonesia di antaranya periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik; kerajinan; desain; desain fashion; video, film, dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukkan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio; riset dan pengembangan.

Banyak kan peluangnya? Nah sekarang, tinggal kamu yang harus teliti, cermat, dan penuh perhitungan dalam memilih program studi untuk menunjang dunia kerja yang akan kamu pilih nantinya.

Sebagai panduan, di bawah ini ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam memilih program studi.

  • Jangan memilih program studi karena ikut-ikutan teman. Tapi, pilihlah berdasarkan minat dan bakatmu.
  • Jangan mengikuti desakan orang tua atau keluarga. Tapi selaraskanlah dengan kemampuan intelektualmu.
  • Jangan memilih program studi karena ingin mendapatkan gengsi masuk fakultas tertentu. Tapi sesuaikanlah dengan kemampuan finansialmu.

Gimana panduannya? Kalau mau yang lebih lengkap, baca aja buku Most Wanted Creative Jobs karya Agung Bawantara yang diterbitkan GagasMedia. Buku ini berisi tentang berbagai macam pilihan program studi kreatif terlengkap & terbaru, mata kuliah yang dipelajari, informasi kursus penunjang, peluang karir & pengembangannya, serta direktori universitas & program studi kreatif.

Jadi, bersiaplah untuk menyongsong masa depan yang cerah!

Profil penulis:
Agung Bawantara lahir di Klungkung-Bali, 30 Januari 1968. Sebelum hengkang ke Jakarta untuk bekerja sebagai wartawan tabloid Detik, ia aktif sebagai pekerja sosial di Lombok, NTB.

Tahun 1995, ketika tabloid tempatnya bekerja dibredel pemerintah Orde Baru, ia menerjuni dunia audio-visual sebagai penulis skenario. Salah satu skenario yang ditulisnya bersama Eros Djarot mendapatkan nominasi skenario terbaik Festival Film Indonesia 2004. Ia juga sempat menyutradarai beberapa sinetron dan film dokumenter yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi swasta.

Sembari aktif sebagai praktisi media audio-visual, Agung juga aktif dalam pelatihan-pelatihan untuk anak-anak lulusan SMA. Antara lain, ia tercatat sebagai pengajar pada Program DI / DII Sinematografi Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta dan instruktur pada Lembaga Pelatihan Keterampilan Gede Duta Mandiri – Denpasar, Bali. Lembaga yang terakhir di atas, banyak memberi pelatihan keterampilan dan kreativitas bagi lulusan dan "jebolan" SMU yang tak mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Dari pengalamannya berhadapan dengan anak-anak SMA itulah penulis buku Panduan Membuat Video Keluarga (Penerbit Kawan Pustaka, Jakarta) ini mendapat inspirasi untuk menulis buku Lulus SMA Mau Ke mana: Panduan Memilih Program Studi yang diterbitkan oleh penerbit Kawan Pustaka, Jakarta.

Kini, di tempat domisilinya di Denpasar, Bali, Agung mendirikan "Tiara Mas", sebuah perusahaan pemasok konten (content provider) untuk penerbit-penerbit buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.