• img-book

SKU: NS02 Category:

69: Berkubang Liang

Penulis: Henny Purnama Sari Jumlah halaman: 298 hlm Ukuran: 11,5 x 19 cm ISBN: 979-780-105-5 Multipartner vs Singlepartner Relationship. Itulah Langi dan Bulan, dua perempuan dengan orientasi hubungan pribadi berbeda. Orang seperti Langi tak punya masalah berhubungan dengan lebih dari satu lelaki di satu waktu. Ia cenderung membebaskan hasrat seksualitasnya terhadap setiap lelaki yang ia […]

Rp39.500

About This Book
Overview

Penulis: Henny Purnama Sari
Jumlah halaman: 298 hlm
Ukuran: 11,5 x 19 cm
ISBN: 979-780-105-5

Multipartner vs Singlepartner Relationship. Itulah Langi dan Bulan, dua perempuan dengan orientasi hubungan pribadi berbeda. Orang seperti Langi tak punya masalah berhubungan dengan lebih dari satu lelaki di satu waktu. Ia cenderung membebaskan hasrat seksualitasnya terhadap setiap lelaki yang ia suka dan menyukainya. Dia pun bisa mencintai dua lelaki dengan kadar yang sama. Ia percaya, cinta sejati itu seperti hologram. Tidak bisa dibagi, tapi dikali, digandakan, karena itu kadarnya tetap sama.
Meski punya hasrat seksualitas tinggi, Bulan hanya bisa berhubungan dengan satu lelaki di satu waktu. Ia dapat memahami dan tidak menentang adanya dua kecenderungan orientasi hubungan lawan jenis pada manusia: yang multi dan yang single. Ini berlaku untuk perempuan maupun lelaki. Bulan juga sempat mengadakan penelitian tentang gender dan memunculkan hipotesis kontroversial bahwa kesetaraan gender tak akan pernah ada selama perbedaan bentuk tubuh dan kelamin lelaki dan perempuan masih seperti sekarang….

*****

• Judul sangat menarik dan sesuai dengan isi novel
• Visualisasi menunjang kebagusan novel ini
• Diksi bagus, puitis
• Sensualitas bagus
• Penggabungan drama/teater dengan novel dalam karya ini merupakan eksperimen baru yang patut diperhitungkan.

~Budi Darma~

Sudah bagus kok, novelnya!
~Seno Gumira Ajidarma~

Membawa pembaruan dan penyegaran kepada sastra Indonesia. Tak hanya menukik pada ekposisi keberanian berekspresi memaparkan pengalaman yang membicarakan seks secara blak-blakan, tetapi juga membuktikan kecerdasan, ketajaman, dan kelihaian pemakaian bahasa Indonesia baru yang praktis, hidup, dan berbau gaul sehingga menembus batas wilayah sastra sebelumnya. Sastra menjadi akrab dengan kawula muda.
~Putu Wijaya~