• img-book

SKU: NR58 Category:

Indonesian Idle

Judul buku: Indonesian Idle Penulis: Okke ‘Sepatumerah’ ISBN: 979-780-163-2 Jumlah halaman: 246 hlm Ukuran buku: 11,5 x19 cm Diandra Adriani, 23 tahun, merasakannya. Setelah sekian lama menjadi kutu loncat, berganti pekerjaan setiap merasa bosan, ia harus menerima kenyataan pahit yang bikin hidupnya jungkir balik. Bosnya yang bagai monster memecat Diandra dari balik posisinya sebagai staf […]

Rp25.000

About This Book
Overview

Judul buku: Indonesian Idle
Penulis: Okke ‘Sepatumerah’
ISBN: 979-780-163-2
Jumlah halaman: 246 hlm
Ukuran buku: 11,5 x19 cm

Diandra Adriani, 23 tahun, merasakannya. Setelah sekian lama menjadi kutu loncat, berganti pekerjaan setiap merasa bosan, ia harus menerima kenyataan pahit yang bikin hidupnya jungkir balik. Bosnya yang bagai monster memecat Diandra dari balik posisinya sebagai staf artistik Femme, sebuah majalah perempuan prestisius ibu kota. Sejak saat itu dia berada dalam keadaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya: menjadi pengangguran dan susah mendapatkan pekerjaan!

Cukup?

Tentu belum, karena kebodohannya, Diandra masih harus menghadapi berbagai permasalahan dalam persahabatan dan percintaan. Pokoknya, semua serba rumit.

So, gimana Diandra menyelamatkan hidupnya?

My vote goes to Okke! Baca novel ini seruuu…, susah banget berenti. Okke memang pencerita yang andal. Saya suka dengan permainan kata-katanya di novel ini. Seru, asyik, kocak, dan mengalir. I love Okke’s Indonesian Idle!

– Ninit Yunita, istri bawel & penulis.

Life’s a bitch and then you die…. Tapi se-bitchy-bitchy-nya hidup,
kadang justru ke-’bitchy’-an dan kenistaannya lah yang bikin life is worth living  dan membuat kita jadi lebih baik. Kisah Diandra sang superstar Idle ini adalah contoh yang sangat inspiratif untuk itu, plus mengingatkan kita bahwa seklise-klisenya ungkapan ‘everything will be okay’, ternyata bener banget kok!
So, read on girls, then chin up and say: “life’s a bitch… so what?? I’m loving every minute of it!”

– Icha Rahmanti
(www.icha.rahmanti.com)

Dalam buku ini Okke menuliskan beberapa adegan yang terasa begitu real. Kisahnya mengalir dan renyah, seperti camilan yang bisa dinikmati setiap saat.

– Primadonna Angela, Penulis Quarter Life Fear, Quarter Life Dilemma