Simple Lie; When Everything as not as It Seems

Perfect! Itulah kata yang tepat untuk Rere. Dia punya segalanya. She’s beautiful, smart, active, low-profile and down to earth banget. Dengan semua sifatnya itu, Rere nggak cuma digilai oleh para cowok, tapi juga dikagumi cewek-cewek. Dan yang terpenting, she had a perfect mate, Fedi.

Mereka berdua nggak kalah serasi dan romatisnya dari Romeo and Juliet di film. One day, Fedi datang dengan keringat bercucuran hanya untuk mengatakan: “Happy First Anniversary, Re….”

Rere terdiam sesaat. Speechless. Nggak bisa berkata apa-apa. Ia lalu menatap Fedi dengan mata yang berkaca-kaca. How can she forget this day? Fedi ingat. Bahkan melakukan ini semua untuk Rere.

Setahun menjalin cinta dengan seseorang yang super baik, pengertian dan penyayang tentunya bukan satu hal yang mudah untuk dilalui. Pastinya ada aja godaan yang datang menghampiri mereka. Apalagi untuk cewek seperti Rere. Nggak sedikit cowok yang masih aja mengungkapkan perasaannya. So far, kelakuan cowok-cowok itu masih bisa dianggap ‘angin lalu’ oleh Rere. Til another unperfect one came into her life and changed her perfect life.

“Gue nggak tau sampai kapan, Re,” jawabnya jujur.
“Tapi, kalau sampai titik di mana gue ngerasa bahwa batas waktu itu akan datang dan lo belum juga bisa memutuskan…”
Rere mengangkat wajahnya balas menatap Ilham yang sedang berbicara.
“… biar gue sendiri yang menentukan pilihan, Re….”

Entah apa yang kelebihan Ilham dibanding Fedi hingga bikin Rere sangat-sangat menginginkannya. Then everything is not as it seems.

Perasaan romantis, haru, dan penasaran mungkin akan kamu rasakan saat membaca novel Simple Lie karya Nina Ardianti yang diterbitkan oleh GagasMedia ini. Gimana enggak, pasangan yang tadinya sempurna jadi berantakan karena hadirnya seseorang yang nggak diduga. Nggak hanya itu, ada ‘intrik’ tersendiri yang bisa bikin kamu berkata ‘Hah! Masa sih?’. So, find a desired one… without any doubt.

Leave a Reply

Your email address will not be published.