Status Gender yang Bikin Keder

Status Gender yang Bikin Keder

Selama ini, Andra memang tidak pernah terlihat menyukai seorang cowok, apalagi memiki seorang pacar. Namun lain halnya ketika ia bertemu Raka, seorang mahasiswa yang kuliah di sebelah sekolah Andra.

Perkenalannya dengan Raka memang tidak seperti yang diharapkan. Saat itu, Andra sedang terburu-buru masuk ke sekolahnya. Dengan berlari sekencang mungkin, Andra yang nyaris saja telat masuk sekolah hampir tertabrak oleh mobil Raka. Sejak itu, wajah tampan Raka kerap kali hadir dalam ingatan Andra.

Beberapa waktu ke depan, pertemuan dengan Raka pun terjadi lagi. Namun kali ini, bogem mentah menjadi pembuka pertemuan antara Andra dan Raka. Tanpa basa basi, Raka langsung memukul Andra karena ia dicurigai sebagai pemicu putusnya hubungan Raka dengan Jessica.

Andra hanya bisa diam. Namun semua teman-teman Andra lah yang membelanya dan mengatakan bahwa Andra tidak pernah menanggapi kelakuan Jessica. Sejak saat itu, Raka dan Andra pun menjadi dekat.

Mereka selalu saja pergi bersama. Nonton, makan, jalan-jalan, atau hanya bikin pesta kecil-kecilan di rumah Andra dan Bayu. Lama kelamaan, rasa yang dimiliki Andra terhadap Raka semakin meningkat. Namun, ia takut untuk mengungkapkan suatu rahasia kecil yang selama ini disimpannya.

Sedangkan Raka, makin hari makin merasakan perasaan yang berbeda terhadap Andra. Ia begitu ingin melindungi Andra, menemani hari-harinya yang sepi, dan menyayanginya sepenuh hati. Bahkan, Raka merasa cemburu saat ia melihat banyak wanita teman kampusnya yang menggoda Andra.

Perubahan sikap ini membuat Raka bingung. Semakin ia menjauhi Andra, semakin dalam rasa yang ia miliki terhadap bocah kecil itu. Berbagai pertanyaan pun muncul dalam benak Raka. Apakah ia mencintai Andra yang jelas-jelas menurutnya seorang laki-laki? Apakah ia sudah tidak lagi bisa mencintai perempuan dan mengalami perubahan orientasi seks?

Semua itu membuat Raka pusing dan tertekan. Di lain pihak, Andra juga merasa tersiksa dengan sikap yang ditunjukkan Raka terhadapnya. Ia begitu merindukan Raka, tetapi Raka menghindarinya. Haruskah ia melupaka Raka yang menjadi cinta pertamanya? Akankah Raka menerima rahasia kecil yang selama ini ia simpan?

Temukan jawabannya dalam novel Name of The Game karya Fidriwida yang diterbitkan oleh GagasMedia. Cinta memang universal. Cinta tidak hanya ditujukan bagi orangtua atau kekasih saja. Cinta pun bisa diberikan kepada orang yang menurut kita membutuhkannya. Bahkan tak jarang, dari keinginan untuk mengasihi timbul rasa untuk memilikinya. Begitu pun dengan yang terjadi pada Raka. Meski awalnya hanya ingin melindungi, lama kelamaan rasa cinta itu muncul juga meski sebelumnya terjadi pertentangan batin dalam dirinya. Seru dan mengharukan untuk dibaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published.