#TanyaPenulis: Windry Ramadhina

new windry

Delapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup, dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran.

new windryDelapan karya sudah dihasilkannya dan sukses meraih hati pembaca. Yup, dialah Windry Ramadhina. Kehadiran Windry di dunia kepenulisan tentu memberikan warna tersendiri. Selalu ada yang baru dalam setiap karyanya. Begitupun dengan novel Last Forever yang belum lama ini rilis di pasaran.

Seperti apa, sih, novel terbaru Windry? Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar novel Last Forever yang ditujukan kepada Windry dari pembaca.

@rrinimini: Kenapa kakak memilih judul ‘Last Forever‘ untuk novel kakak?
Novel kedelapan saya ini membahas komitmen, secara spesifik: pernikahan. Pernikahan selalu menyimpan harapan mengenai cinta dan janji setia yang bertahan selama-lamanya, mengenai sesuatu yang tidak terkikis waktu. Maka itu, saya memilih judul Last Forever.
 
@fradinaclo: Hal tersulit apa yang Kakak alami saat mengerjakan Last Forever?
Hal tersulit dalam proses penulisan Last Forever barangkali adalah memahami pola pikir kedua tokoh utamanya. Dari segi ideologi, saya berbeda dengan mereka. Jadi, saya meluangkan waktu yang cukup banyak untuk mendalami karakter mereka dan memikirkan latar belakang yang bisa menyebabkan keduanya tidak mau berkomitmen dalam cinta. Selain itu, saya perlu mencari tahu dan menganalisis hal-hal apa yang mengubah pikiran mereka pada akhirnya.

@dela_res99: Antara cover film/novel susah dibedain, dapet ide darimana kak buat cover novel itu?
Last Fofever kental dengan suasana perfilman. Saya, editor, dan desainer sepakat untuk mengangkat hal itu di kemasan, termasuk sampul. Ide awalnya datang dari desainer. Kami berpendapat ide poster film sebagai sampul buku ini menarik dan belum pernah dipakai sehingga itu menambah nilai Last Forever.

@RaaChoco: Apa arti komitmen menurut kak Windry Ramadhina sendiri dan motivasi terbesar kakak mengangkat tema tersebut dalam novel ‘Last Forever‘?
Menurut saya, komitmen adalah tanda bahwa kita serius dalam menjalani hubungan dengan seseorang, bahwa kita sungguh-sungguh menganggap hubungan tersebut berharga untuk dipertahankan meskipun untuk itu kita harus mengorbankan sesuatu.

Kisah Last Forever berasal dari kegelisahan pribadi saya. Ketakutan Lana—tokoh utama novel ini—dalam berkomitmen adalah ketakutan saya. Ada kalanya penulis menceritakan suatu kisah untuk mengatasi kegelisahan. Di akhir prosesnya, dia berharap terlepas dari ketakutan itu.

@feLiciouzz: Kak Windry bener-bener research tentang pekerjaan & cara kerja kru di Nat Geo kah?
Sebelumnya, saya meriset pekerjaan sineas dokumenter, seperti apa cara bekerja mereka secara umum. Baru kemudian saya meriset National Geographic, termasuk di mana kantor pusat mereka, seperti apa isinya, bagaimana sistemnya, dll.

@RiniCipta: Apakah ada pertimbangan khusus memasukkan tokoh Rayyi di novel?
Last Forever adalah spin-off dari novel keempat saya: Montase. Jadi, wajar jika Rayyi muncul kembali, tetapi sebagai tokoh pembantu. Dahulu, dia adalah tokoh utama dan Samuel sebatas tokoh pembantu. Kini, dia dan Samuel bertukar posisi. Saya selalu membayangkan tokoh-tokoh saya seperti manusia nyata. Kehidupan mereka berkelanjutan, begitu pula cerita mereka. Walaupun cerita Montase selesai, kehidupan Rayyi masih berlanjut dan bisa diintip lewat Last Forever.

@irfansebs: Kak Windry, kenapa harus Flores?
Sudah saatnya Flores diceritakan. Pulau ini terkenal di kalangan traveler dan fotografer Eropa, tetapi justru kurang populer oleh orang Indonesia sendiri. Saat mengunjungi tiga kampung tradisional di sana, saya menemukan banyak hal yang menarik dan itu baru sebagian kecil. Lewat Last Forever, saya ingin membagi sedikit pengalaman perjalanan saya ke sana. Paling tidak, keberadaan beberapa kampung tersebut menjadi lebih diketahui. Jika kemudian para pembaca tertarik untuk ke sana juga, alangkah bagusnya.

@ApriliaRatna84: Apa tujuan kakak menulis kisah Samuel Lana dan pesan apa yang ingin disampaikan lewat kisah mereka?
Saya ingin menulis kisah cinta dewasa. “Dewasa” di sini dilihat dari segi usia tokoh dan konflik yang diangkat. Kita lebih familier dengan kisah cinta yang lugu dan berbunga-bunga. Padahal, itu baru awal dari cinta. Setelah masa berbunga-bunga, perjalanan cinta masih panjang. Di satu titik, cinta memiliki konsekuensi, butuh tanggung jawab dan menuntut pengorbanan. Ini yang saya coba ungkapkan lewat Last Forever.

Tetapi, saya tidak ingin menjadi pesimis. Seusai menamatkan novel ini, saya ingin pembaca memiliki harapan. Meskipun menuntut pengorbanan, cinta berharga untuk dipertahankan.

@siscacook: Problem menulis plot genre dewasa? Titik berat novel ini sehingga dikategorikan genre tersebut?
Saya pribadi justru sangat nyaman menulis kisah dengan tokoh-tokoh dewasa karena ini dekat dengan kehidupan saya. Ini adalah apa yang sehari-hari saya jalani. Tokoh-tokoh Last Forever tidak memandang cinta secara naif. Mereka tahu harga cinta. Untuk bisa bersama dengan seseorang, terkadang ada yang harus kita lepaskan. Seringnya, yang harus kita lepaskan adalah sesuatu yang sangat berharaga. Pertanyaannya, mana yang lebih kita inginkan? Sesuatu itu atau cinta? Nah, konflik internal seperti ini tidak datang pada cinta yang baru tumbuh.

@Ratnna06: Apa yang membuat Anda yakin kalau novel yang Anda tulis dapat diterima pembaca?
Saya selalu percaya, selama apa yang dituliskan lewat sebuah kisah adalah sesuatu yang jujur dan berharga untuk disampaikan, maka akan selalu ada pembaca untuk kisah tersebut. Dalam menulis, saya selalu berusaha jujur, menjadi diri sendiri, dan apa adanya. Itu cara terbaik untuk berhadapan dengan pembaca.

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa siap berlayar 30 Nov 2019