Temu Penulis GagasMedia di MP Book Point

mp5

mp5Temu Penulis GagasMedia di MP Book Point

Sabtu (16/04), bertempat di MP Book Point, Jakarta Selatan, GagasMedia mengadakan temu penulis dan diskusi bareng Armaya Junior (penulis An Affair to Forget), Dahlian (penulis Promises, Promises), dan Sefryana Khairil (penulis Coming Home).
mp1Acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini terlihat begitu santai namun cukup seru untuk diikuti. Berbagai pertanyaan pun mengalir bagi ketiga penulis ini. Salah satunya adalah pertanyaan seputar writer’s block.

Dari ketiga penulis ini, mereka memiliki jawabannya masing-masing. Seperti Dahlian yang mengaku jarang terkena writer’s block, biasanya akan mengatasinya melakukan hal-hal lain yang juga menyenangkan. “Saya akan main game atau tidur. Namun, saya mengalami hal itu (writer’s block) biasanya tidak lama, paling hanya satu atau dua hari,” katanya.

Berbeda dengan Dahlian, Armaya Junior terkesan lebih santai dalam menulis. Ketika MC membahas mengenai ide, ia pun memiliki jawaban yang cukup unik sehingga membuat para pengunjung tertawa.

mp4“Pernah saya menulis sebuah ide yang tiba-tiba tercetus dalam sebuah kertas bon. Setelah dikantungi, tidak tahunya kertas itu tercuci,” katanya sambil tertawa. Ia pun menambahkan, bahwa dirinya juga pernah mencatat ide di selembar tissu.

Meski demikian, Armaya tidak pernah absen untuk menulis. “Saya memiliki target untuk merampungkan semua tulisan yang saya bikin, lalu mengirimkannya ke penerbit. Urusan penerbit itu mau menerbitkannya atau tidak, ya urusan belakangan,” tukasnya.

Makin sore, acara makin seru. Sesi tanya jawab pun digelar. Sefryana Khairil pun mendapatkan masukan yang cukup menantang dari salah seorang pengunjung.

mp3Menurut pengunjung tersebut, di usia Sefryana yang masih terbilang muda dan belum menikah, sangat beresiko sekali untuk menulis dengan genre Domestic Drama atau kisah yang berkaitan dengan rumah tangga walau ia telah melakukan riset sekali pun.

Hal ini pun ditanggapi secara positif oleh Sefryana. Menurutnya untuk berpindah genre dari novel remaja ke domestic merupakan langkah besar. Baginya itu merupakan sebuah tantangan.

“Pindah ke genre domestic merupakan keputusan yang besar dan sebuah tantangan. Sejauh ini, Alhamdulillah tidak ada masalah dengan tulisan yang aku bikin. Ternyata, saya menyukai genre ini dan sampai kapan pun saya akan terus menulis domestic,” katanya diiringi tepuk tangan pengunjung.

Waktu pun telah usai. Tak lupa, GagasMedia memberikan goodie bag kepada mereka yang aktif bertanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

jakbook 2022