“Terima Kasih Sudah Menulis Buku Ini!” Kata Pembaca Kepada Alvi Syahrin, Penulis Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa & Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

jika kita tidak menjadi apa-apa alvin syahrin

Sambutan positif ramai diberikan pembaca kepada dua judul buku karya Alvi itu, seperti yang bisa GagasAddict temukan dalam review pembaca Goodreads. Kedua buku itu mendapatkan rating rata-rata di atas 4 dengan review yang cukup banyak. Tidak sedikit dari mereka yang juga memberikan bintang 5 untuk review. Berikut beberapa yang berhasil kami rangkum untuk kamu.

Review pertama datang dari Nisa Utami yang memberikan bintang lima untuk buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta. Nisa berterima kasih karena Alvi sudah menuliskan buku ini. Menurutnya, setiap kata yang ada dalam buku ini ditulis secara personal untuk pembaca tanpa kesan menasihati. Sebaliknya, Nisa merasa tercerahkan untuk mengejar cinta sejati, yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejurus dengan Nisa, Tami juga berterima kasih kepada Alvi karena menghadirkan buku ini dan memberikan bintang lima juga. Setelah membacanya, Tami merasa pikirannya lebih terbuka, khususnya tentang cinta. Tulisan yang ia baca dari buku ini cukup cukup “menamparnya” untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Ungkapan terima kasih dan bintang lima lainnya datang dari Rinaulina. Baginya, buku ini lebih dari istimewa. “Covernya simple tapi bisa menyentuh hati, dan kertas isinya yang berwarna pink salmon menambah ‘keromantisan’ buku ini,” begitu kata Rinaulina. “Highly recommended untuk kalian yang terjebak dalam berbagai dilema cinta,” tambahnya.

Selanjutnya, review bagus juga datang dari Nisa Rizky yang baru kali pertama membaca buku Alvi Syahrin, yakni Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa. “It’s a great book! Buku ini sangat cocok dibaca oleh mereka yang masih duduk di bangku SMA sampai yang bingung akan karier,” begitu ungkap Nisa. Tidak hanya itu, penyampaian yang halus membuat siapa pun yang membaca mudah mengerti dan mudah masuk ke dalam hati dan pikiran.

At least, buku ini benar-benar membantuku mengatasi segala perasaan insecure-ku mengenai masa depan. Kebetulan, aku pun baru lulus sekolah, maka kehadiran buku ini sangat membantuku untuk menerima apa yang menjadi takdirku dan mengusahakan yang terbaik yang sudah menjadi jalanku,” tulis Nisa menutup review-nya.

Setelah Nisa, ada Halimasaadia. Menurut Halimasaadia, membaca buku ini membuatnya merasakan kembali perjalanan hidupnya pada beberapa tahun silam. Namun satu hal yang ia yakini setelah membaca buku ini, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Review lainnya datang dari Edwin. Menurutnya, buku ini membahas banyak sekali persoalan. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini serasa menjadi teman/guru bagi Edwin.

Itulah beberapa review positif yang berhasil kami rangkum untuk kamu, GagasAddict. Bagi kamu yang belum sempat membaca Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dan Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa, segera saja lengkapi koleksi bukumu. Kedua buku ini sudah tersedia di toko buku langgananmu dan PlayStore, lho. Selamat membaca!

biru kelana