Tidak Semua Persahabatan Melibatkan Perasaan, Kecuali Baper Ya

tanya penulis pramesti luvi

#TanyaPenulis: Pramesti Luvi

Kisah persahabatan berujung cinta mungkin pernah dialami GagasAddict. Merasakan dilema antara menyatakan perasaan atau tetap menjadi sahabat. Inilah yang coba dituliskan Pramesti Luvi melalui novel yang berjudul More Than Friends.

Tidak hanya sekadar berisi kisah persahabatan dan cinta remaja, novel yang diangkat dari Wattpad ini pun berisi konflik keluarga yang dialami oleh tokoh utamanya. Penasaran nggak, seperti apa cerita sang penulis saat melakukan proses kreatif novel ini? Temukan jawabannya melalui #TanyaPenulis berikut ini.

 

My.llla: Sosok Raka dan Raina itu terinpirasi dari siapa, Kak? Adakah kedua insan itu di dunia nyata ini?

Pramestiluvi_: Sebenarnya mereka hanya tokoh fiksi yang tidak spesifik terinspirasi dari siapa. Humorisnya saya ambil dari teman-teman cowok yang ada di sekeliling saya. Untuk sosok Raina sendiri, tidak terinspirasi dari siapa-siapa. Lebih ke riset dari orang-orang tentang karakter dia. Bagaimana sih remaja cewek yang statusnya merupakan anak bungsu yang manja. Seperti itu kira-kira.

 

Retnoandiyanti: Bagaimana pandangan Kakak tentang #MoreThanFriends itu sendiri? Kenapa akhirnya milih nulis tentang #MoreThanFriends ini, kan banyak tema lain gitu.

Pramestiluvi_: Awalnya melihat orang-orang yang punya sahabat lawan jenis, kayaknya seru punya sahabat cowok. Nggak baperan (nggak gampang marahan), kalau marahan pun pasti tidak lama, ada yang anterin ke sana-ke sini. Ya itu sih yang aku lihat dari temanku yang kebetulan punya sahabat cowok. Tema friendzone sendiri sebenarnya mainstream banget ya, tapi aku berusaha untuk menjadikan tulisanku berbeda dengan orang lain.

 

Gabriellavpasaribu: Kenapa Kakak memutuskan untuk bikin cerita tentang Raka-Raina ini? Apa Kakak pernah mengalami kisah seperti itu? Apa aja sih kesulitan yang dialami Kakak selama nulis cerita More Than Friends ini (dari di WP sampai mau naik cetak)? Ada pesan yang pengin Kakak sampaikan nggak melalui cerita ini? Terakhir bagaimana cara memunculkan rasa yang segreget itu sampai membuat reader ikut gregetan?

Pramestiluvi_: Karena pada saat itu aku juga sedang ada di fase remaja yang lagi zaman naksir-naksir gebetan, hehe. Mengalami sih tidak, tidak sama sekali. Pas masih sekolah tidak punya sahabat cowok sih. Kesulitannya, riset adegan yang belum pernah saya alami, feel-nya harus bagaimana kalau adegannya begini, ya gitulah kira-kira. Makanya antara versi Wattpad dan versi novelnya benar-benar aku perbaiki, karena versi Wattpad masih banyak sekali hal yang keliru.

Bagaimana memunculkan rasa greget ya? Hmm… bingung juga menjelaskannya. Kalau aku biasanya menerka-nerka apa yang ada di imajinasi dulu. Kalau menurutku pas, ya dituangkan. Kalau merasa ada yang kurang ya dihapus terus semedi lagi di pohon toge sebelum membuat adegan yang baru.

 

Azizamahdania: Aku mau nanya nih Kak, selama menulis novel ini apa rintangan terbesar yang Kakak hadapi? Bagaimana cara Kakak mengatasi rintangan tersebut? Lalu, semisal nanti novel ini dijadikan film bagaimana perasaan Kakak?

Pramestiluvi_: Rintangan terbesar itu rasa malas dan ide yang kadang hilang timbul. Di sisi lain kesibukan sehari-hari juga memengaruhi. Mengatasinya ya liburan sejenak sebelum mengembalikan imajinasi. Aku sih caranya sederhana, kalau tidak nongkrong-nongkrong dengan teman, paling nonton drama Korea, hehe. Waduh, aku sebenarnya tidak berpikir jauh sampai ke sana sih. Sudah ada penerbit yang bersedia menerbitkan More Than Friends saja sudah sangat bersyukur. Terima kasih kepada @gagasmedia. Kalau ditanya perasaannya, pasti senang ya. Senang banget malah. Tapi kembali lagi, itu tergantung rezekinya. Sampai ke tahap terbit saja sudah sangat bersyukur.

 

Deviiiluth: Apa sih, hal unik yang bisa didapatkan dari novel ini? Bagaimana cara membangun kedua karakter tersebut agar kuat dan dapat feel-nya?

Pramestiluvi_: Keunikannya sendiri bukan hanya bercerita soal dua remaja yang bersahabat kemudian saling jatuh cinta. Tapi beberapa hal mengenai konflik keluarga juga ikut saya timbulkan. Ada satu adegan tokoh cowoknya bimbang antara tetap stay dengan si cewek atau menjalankan amanat dari mendiang ayahnya untuk sekolah di Jogja. Pilihan diambil Raka dengan tidak mudah. Kalau aku biasanya menguatkan karakter itu dari cara mereka beriinteraksi satu sama lain, selain diperkuat dari narasi juga.

 

Official.khoerunnisa: Apa inspirasi Kakak membuat novel ini? Apakah berasal dari kisah diri sendiri, keluarga, teman, atau skenario impian? Bagaimana sih perasaan Kakak waktu dapat pemberitahuan cerita kakak akan dinovelkan? Menurut Kakak, apakah persahabatan antara perempuan dan laki-laki itu selalu melibatkan perasaan?

Pramestiluvi_: Inspirasi ini berasal dari pengalaman sekitar. Karena kalau boleh memilih, lebih baik jatuh cinta tanpa embel-embel sahabat. Perasaannya jelas dan tidak perlu terjebak friendzone. Ketika ini jadi buku, serius, benar-benar tidak punya ekspektasi kalau kisah Raka dan Raina ini bisa dipeluk dalam bentuk buku.

Tidak semua persahabatan melibatkan perasaan. Misalnya saya, di masa kuliah sekarang, kebetulan saya punya beberapa teman cowok yang dekat (teman satu kelas) tapi kami menjalankan pertemanan ini normal kok. Kalau baper itu tergantung hatinya, hehe.

 

Ulfahhafidzah3007: Cerita di buku ini sama persis seperti yang terdapat di Watpad nggak?

Pramestiluvi_: Ini serius, versi Wattpad dan novelnya jauh sangat berbeda. Kamu akan merasakan perbedaan itu kalau kamu membaca keduanya.

 

Rsk_ani: Pesan apa yang dapat dipetik oleh pembaca dari novel #MoreThanFriend ini? Dan jika Kakak berada di posisi salah satu tokoh, apa yang Kakak lakukan agar tidak mudah jatuh cinta dengan sahabat sendiri?

Pramestiluvi_: Pesan yang bisa dipetik salah satunya memaafkan kesalahan yang sudah orangtua kita lakukan sekalipun mungkin berat. Sebab, orangtua kita merawat kita bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun sampai kita tumbuh besar. Jangan sampai karena tidak memaafkan, menyesal pada akhirnya. Begitu kira-kira kalau diambil dari sudut pandang Raka, sebagai tokoh cowok di More Than Friends.

Jatuh cinta sama sahabat? Aduh, saya sebenarnya belum pernah ada di posisi itu. Mungkin kalau saya ada di posisi itu, pasti berat ya karena apa-apa dibikin baper. Tapi sebisa mungkin berusaha melupakannya pelan-pelan.

 

Dradikta: Dari mana idenya tercipta cover yang sederhana namun nyetuh, ada cowok boncengin cewek pake sepeda dengan seragam SMA?

Pramestiluvi_: Kalau covernya dari pihak penerbit. Sedikit saya jelaskan, cewek cowok bersepeda itu karena Raka sering bonceng Raina dengan sepeda ke sekolah.

 

Dindaalcf: Bagi kakak, what is “more than friend”?

Pramestiluvi_: Pertanyaan simpel, tapi susah ya mencari jawabannya. More Than Friends? Ketika perasaan kamu berontak meminta lebih dari sekadar saya sayang sebagai seorang teman atau sahabat. Bukankah begitu?

 

Bagaimana, tertarik untuk membaca kisah Raka dan Raina? Dapatkan novel More Than Friends di toko buku langgananmu. Atau unduh ebook-nya melalui PlayStore.

Leave a Reply

Your email address will not be published.