Yuditha Hardini: Menulis Cerita Romantic-Comedy itu Menyenangkan

yuditha-hardini2

Cerita tentang cinta memang tak ada habisnya. Nggak hanya bahagia dan sedih, sesuatu yang lucu pun bisa hadir dari cinta. Seperti cerita seorang mak comblang dalam buku Take Me To Your Heart.

 

yuditha-hardini2

Cerita tentang cinta memang tak ada habisnya. Nggak hanya bahagia dan sedih, sesuatu yang lucu pun bisa hadir dari cinta. Seperti cerita seorang mak comblang dalam buku Take Me To Your Heart.

“Buku ini ceritanya tentang perjuangan seorang mak comblang kenamaan yang frustasi menjodohkan klien paling keras kepala yang pernah dijumpainya,” kata Yuditha Hardini—penulis buku ini—saat diwawancarai GagasMedia via surel.

“Dalam perjalanannya kemudian, si mak comblang ini malah belajar banyak tentang cinta, hubungan, dan jodoh. Dalam novel ini, pembaca juga bisa mengetahui beberapa tip berkencan dari mak comblang kenamaan,” lanjutnya.

Yup, kalau kamu berharap bisa mendapatkan cerita cinta yang mengharu biru dari novel ini jawabannya jelas tidak. Tapi, selain romantis, kamu juga bakal menemukan hal-hal lucu dan seru. Berdasarkan hal itu pula, Yudith—sapaan akrab Yuditha—rela-rela saja jika novel ini dibilang novel romantic-comedy.

Lantas, dari mana Yudith mendapatkan ide untuk menulis novel ini?

“Untuk ide awal Take Me To Your Heart sebenarnya didapatkan sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya dan seorang teman sedang iseng membuka-buka halaman situs jodoh online. Dari situ kemudian berkembanglah cerita tentang mak comblang ini,” katanya.

Menulis novel romantic-comedy
“Menulis cerita dengan tema romantic-comedy itu menyenangkan dan relatable,” kata Yudith saat ditanya alasan memilih tema romantic-comedy. “Hal itu membuat saya marasa seperti sedang menuturkan kisah kepada teman saya sendiri di sebuah kafe sambil tertawa,” tambahnya.

Meski merasa nyaman dengan tema ini, Yudith mengaku bahwa ia mengalami kemudahan sekaligus kesusahan di waktu yang bersamaan. Gampang karena ide untuk menulisnya mudah didapatkan dari kehidupan sehari-hari, dan susah karena harus meramu serta mencari sudut pandang cerita baru yang belum pernah diketahui pembaca sebelumnya.

“Mencari sudut pandang baru dari sebuah konsep yang sudah bolak-balik diganti inilah yang kadang membuat saya kebingungan,” katanya.

Lalu, apa yang harus diperhatikan untuk menulis novel romantic-comedy?

“Plot yang jelas,” tegasnya. “Keberadaan plot yang jelas, khususnya awal dan akhir cerita, akan sangat membantu dalam menulis. Plot juga akan membantu penulis untuk menentukan twist-twist tertentu untuk dimasukkan ke dalam cerita, sehingga cerita yang mengangkat konsep lama sekalipun akan terasa baru,” kata perempuan berbintang Libra ini.

Tidak hanya itu, lulusan psikologi ini juga membeberkan beberapa tip menulis romantic-comedy.

“Pertama, adalah bertemu dengan banyak orang dan mendengar banyak cerita. Topik percintaan adalah sesuatu yang universal, namun pengalaman individu selalu unik. Jadi bertemu dan mendengarkan banyak cerita akan membantu membuka wawasan dan perspektif menjadi lebih luas,” kata perempuan kelahiran 16 Oktober 1985 ini.

“Kedua, banyak berlatih. Menulis ibaratnya naik sepeda – semakin banyak dilatih, semakin mahir. Good luck!” katanya sambil menutup wawancara.


take-me-to-your-heartTake Me To Your Heart karya Yuditha Hardini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Ambar yang disibukkan dan dipusingkan dengan salah satu klien biro jodohnya. Ceritanya nggak hanya akan membuatmu penasaran, tetapi juga tersenyum karenanya. Selain Take Me To Your Heart, kamu juga bisa membaca karya Yuditha lainnya, yaitu Orang Ketiga dan Kekasih.

beli

fun fearless