Ada hari-hari ketika cemas terasa terlalu dekat, dan dunia terlalu cepat. Sore, Matcha, dan Cemas yang Sama adalah ruang kecil untuk berhenti sejenak—mengizinkan diri bernapas, merasa, dan jujur pada apa yang selama ini ditahan.
Di antara hangatnya matcha dan senyapnya sore, buku ini mengajakmu melihat bahwa hal sederhana pun bisa menjadi pegangan. Bahwa meski kita membawa luka dan ketakutan masing-masing, kita selalu punya alasan kecil untuk bertahan sedikit lebih lama.
Serasa teman, buku ini berkata, “Kamu tidak sendirian.” Waktu akan mengurai yang rumit, hati akan menemukan jalannya, dan kamu akan menyadari bahwa kekuatanmu sering muncul justru saat kamu merasa paling rapuh.




