Buku Baru

Kumpulan Cerita & Prosa

Bertumbuh Bermimpi

Rp85.000
Rp95.000

Komik

I AM BTS

Rp99.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Asing

Rp77.000

Kumpulan Cerita & Prosa

You Matter

Rp77.000

Novel

Kekang

Rp82.000
Rp93.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Rentang Kisah (Edisi 2020)

Rp77.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Happy Little Soul (Edisi Baru)

Rp70.000

Kumpulan Cerita & Prosa

KISAH TANAH JAWA; GUA JEPANG

Rp77.000
Rp77.000

Novel

KATA

Rp99.000
Rp77.000
Rp77.000
Rp77.000

Kumpulan Cerita & Prosa

A Cup of Tea

Rp77.000
Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

QUIT

Rp66.000

Pengembangan Diri

The Alpha Girl’s Guide

Rp77.000

Pengembangan Diri

Dating Queen

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Bank Gaib

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Unit Gaib Darurat

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Pocong Gundul

Rp66.000
Rp93.000
Rp77.000

Novel

ESPRESSO

Rp88.000
Rp66.000
Rp88.000
Rp88.000

KABAR

Bagaimana pengalaman hidupnya tak banyak? Perjalanan berliku yang dialami Sutan Sjahrir bersama empat tokoh besar Bapak Bangsa lainnya yang diceritakan kembali dalam buku #BungdiBanda menjadi saksinya.

Bermula pada 1910, saat wabah pes terjadi di Malang. Banyak dokter menghindari epidemi tersebut. Namun, salah seorang rekan Sutan Sjahrir, yaitu dr. Tjipto justru berani ke sana, merawat para pasien pes dan mengedukasi warga soal kebersihan. Atas jasanya, beliau mendapat penghargaan dari pemerintah Belanda.
Bagaimana pengalaman hidupnya tak banyak? Perjalanan berliku yang dialami Sutan Sjahrir bersama empat tokoh besar Bapak Bangsa lainnya yang diceritakan kembali dalam buku #BungdiBanda menjadi saksinya. Bermula pada 1910, saat wabah pes terjadi di Malang. Banyak dokter menghindari epidemi tersebut. Namun, salah seorang rekan Sutan Sjahrir, yaitu dr. Tjipto justru berani ke sana, merawat para pasien pes dan mengedukasi warga soal kebersihan. Atas jasanya, beliau mendapat penghargaan dari pemerintah Belanda. "Bukan penghargaan itu yang kuincar. Tapi bagaimana penanganan lebih lanjut terhadap wabah pes selanjutnya. Pemerintah Belanda hanya bisa berkoar saja tanpa aksi nyata untuk menyelamatkan kaum Bumiputera. Omong kosong! Mereka pikir dengan memberi penghargaan, nyawa penduduk bisa terselamatkan?” kata dr.Tjipto ketika bercerita pengalamannya kepada para sahabat; Bung Sjahrir, Bung Hatta, dan Iwa Kusuma Sumantri, di Banda, sekitar akhir 1940. Di Pulau Banda, atau kita kenal dengan Banda Neira yang kaya akan rempah pala, empat tokoh besar Bapak Bangsa bertemu. Mereka "dibuang" dengan alasan aktivitas politik mendukung Indonesia merdeka. "Bung di Banda" menceritakan pergulatan empat tokoh menghabiskan waktu di sebuah pulau pengasingan —tempat sunyi untuk menyelam diri sendiri dengan persoalan masing-masing, dan tak lupa bersama-sama memikirkan masa depan bangsa. "Bung di Banda" adalah novel sejarah yang ditulis oleh Sergius Sutanto @thesergi, kover dibuat oleh @sukutangan. Segera terbit di GagasMedia, #BungdiBanda 🧭🏞 ___ www.gagasmedia.net Instagram/Twitter/Facebook/Line@/Youtube/TikTok: @gagasmedia #SergiusSutanto #BungdiBanda #GagasMedia #NovelSejarah #Sejarah #SejarahIndonesia #ciptomangunkusumo #bunghatta #sutansjahrir #iwakusuma #BandaNeira #PenerbitGagasMedia