Buku Baru

Pengembangan Diri

Dating Queen

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Bank Gaib

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Unit Gaib Darurat

Rp66.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa; Pocong Gundul

Rp66.000
Rp88.000
Rp77.000

Novel

ESPRESSO

Rp88.000
Rp66.000
Rp88.000
Rp88.000

Novel

Rasa

Rp88.000
Rp88.000
Rp88.000
Rp88.000
Rp88.000
Rp77.000
Rp88.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Kisah Tanah Jawa

Rp99.000
Rp88.000
Rp88.000

Novel

Kata

Rp99.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Seoulsister

Rp66.000
Rp77.000
Rp88.000

Novel

My Lady 2

Rp88.000
Rp77.000

Kumpulan Cerita & Prosa

Doriyaki Rasa Baru

Rp88.000

KABAR

πŸ“œ Kita terlalu sok tahu tentang hidup kita. Mengira satu kondisi akan menyelesaikan masalah hidup. Dan, lihatlah. Tercapai satu kondisi. Rentetan masalah berdatangan. Sekarang kita ingin cepat mati, tetapi tak pernah mempersiapkan apa-apa. Oh, betapa kita terlalu sok tahu tentang hidup kita (hlm 39)
.
Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa | @alvisyhrn | @gagasmedia | 2019 | 236 halaman | #reviewbukualalala
.
🍊 Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa adalah sebuah buku pengembangan diri tentang keresahan-keresahan dalam kehidupan, seperti: apa perlunya belajar di sekolah, merasa salah jurusan, cara memilih jurusan yang tepat, terlambat lulus, tentang passion, quarter life crisis, dunia pekerjaan, dll.
.
🍊 Menurutku, buku ini berbeda dari buku pengembangan diri lainnya. Buku ini tidak memaksa pembacanya untuk melakukan suatu hal, bahasa yang digunakan tidak kaku, kata-kata yang indah, bab yang singkat lagi berkesan.
.
🍊 Buku ini berisi perjuangan yang pernah penulis lakukan, perjuangan yang bisa menginspirasi dan menjawab keresahanmu. Ada pula kepingan perjuangan tokoh dunia dan Indonesia.
.
🍊 Namun, ada kisah/perjuangan penulis yang sama di bab lainnya: di satu sisi bisa menjadi penguat atas topik yang sedang dibahas, di sisi lain bisa membuat pembaca merasa
πŸ“œ Kita terlalu sok tahu tentang hidup kita. Mengira satu kondisi akan menyelesaikan masalah hidup. Dan, lihatlah. Tercapai satu kondisi. Rentetan masalah berdatangan. Sekarang kita ingin cepat mati, tetapi tak pernah mempersiapkan apa-apa. Oh, betapa kita terlalu sok tahu tentang hidup kita (hlm 39) . Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa | @alvisyhrn | @gagasmedia | 2019 | 236 halaman | #reviewbukualalala . 🍊 Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa adalah sebuah buku pengembangan diri tentang keresahan-keresahan dalam kehidupan, seperti: apa perlunya belajar di sekolah, merasa salah jurusan, cara memilih jurusan yang tepat, terlambat lulus, tentang passion, quarter life crisis, dunia pekerjaan, dll. . 🍊 Menurutku, buku ini berbeda dari buku pengembangan diri lainnya. Buku ini tidak memaksa pembacanya untuk melakukan suatu hal, bahasa yang digunakan tidak kaku, kata-kata yang indah, bab yang singkat lagi berkesan. . 🍊 Buku ini berisi perjuangan yang pernah penulis lakukan, perjuangan yang bisa menginspirasi dan menjawab keresahanmu. Ada pula kepingan perjuangan tokoh dunia dan Indonesia. . 🍊 Namun, ada kisah/perjuangan penulis yang sama di bab lainnya: di satu sisi bisa menjadi penguat atas topik yang sedang dibahas, di sisi lain bisa membuat pembaca merasa "Eh, yg ini aku sudah baca tadi. Kok ini lagi?" . 🍊 Setelah membaca buku ini, aku jadi merasa tak perlu iri atau tak perlu membandingkan diriku dengan orang lain karena tiap orang berbeda dan dunia ini hanya sementara. Yang perlu kulakukan adalah berjuang, berdoa, dan ... sabar. Dan satu lagi, ada hal penting yang tak boleh dilupakan. . 🍊 Buku ini kurekomendasikan untuk kamu yang sedang berjuang dan kamu yang khawatir tentang masa depan. Jadikanlah buku ini sebagai teman karena buku ini mengerti keadaanmu. . πŸ“œ Kita tak pernah tahu akhir kisah seseorang. Kita bahkan tak tahu akhir dari diri kita. Jadi, tetaplah merendah (hlm 214) . PS: Apakah buku ini termasuk wishlistmu? Semoga segera terwujud, ya. . ✨Terima kasih Kak @alvisyhrn dan @gagasmedia✨ . Reposted from @lala_sulfa . 10-14 Jan #oneweekonebook @gerakan_1week1book #gocengchallenge #finishthetea2020 #bahagiabersamabuku #bukunonfiksi #tantanganmembacabuku
Cerita random yang dimulai delapan tahun lalu membawa gw ke sebuah penyesalan paling indah yang entah bisa gw temuin darimana lagi kalo bukan dari sini. Cerita yang tiap gw baca ulang lagi memunculkan banyak rasa aneh yang gw rasain. Dari malu, ketawa sendiri, sedih, sampe ngerasa bersyukur. Rasanya mau daftar jadi haters ke diri sendiri karena udah nulis cerita kayak gitu, yang kayaknya harusnya bisa gw tulis lebih baik lagi. But then, nulis kan kayak sekolah, gak mungkin lulus TK langsung SMP. Gw selalu nikmatin tiap kesalahan dan kebodohan yang tercatat abadi di bumi itu. Semacam, guilty pleasure.
.
Cuma yang namanya cerita, pasti harus ada endingnya. Bahkan ending adalah hal pertama yang gw tentuin tiap mau buat cerita. Jadi apa pun yang terjadi di tengah proses perjalanannya, endingnya tetap harus seperti yang udah gw buat di awal. Itu prinsip. Gw gak mau manjain diri gw sendiri dengan ego menyenangkan yang bisa bikin gw terjebak. Sama halnya waktu gw menciptakan judul Geez & Ann.  Sejak awal gw tau kalo di ending dua nama dalam judul yang menyatu dan cuma dipisahin sama β€œ&” itu akan pisah cerita, pisah buku, pisah yang sungguh-sungguh pisah.
.
Gapapa, kan gak semua tokoh bisa masuk dalam satu cerita yang sama.
.
Tapi percaya sama gw kalo kalian akan nerima ending dari cerita mereka yang bener-bener fair. Lagian, dia akan jadi tokoh favorit dari semua buku yang gw tulis maupun yang belum. Cowok paling apa adanya yang pernah gw kenal, yang rasanya zaman yang berubah gak berdampak apa-apa di dia.
.
Di mulai dari buku, dilanjutkan dengan film, ternyata masih sulit untuk menyadari kalo Geez bukan lagi punya gw seorang karena semua orang bisa nikmaitn kejutan dari satu-satunya orang yang nyebut ojek online dengan kesatria hijau.
.
Gw gak tau seperti apa hidupnya sekarang tapi gw yakin semesta selalu memperlakukan dia dengan baik jadi gak ada yang perlu kita khawatirin.
.
Sekarang gw udah sampe di bab terakhir Geez & Ann 3, dengan ini gw mengakhiri semua imajinasi gw. Farewell Gazza Chayadi. Terima kasih untuk semua rahasia yang sekarang udah gak lagi jadi rahasia.
.
Reposted from @ntsana
Cerita random yang dimulai delapan tahun lalu membawa gw ke sebuah penyesalan paling indah yang entah bisa gw temuin darimana lagi kalo bukan dari sini. Cerita yang tiap gw baca ulang lagi memunculkan banyak rasa aneh yang gw rasain. Dari malu, ketawa sendiri, sedih, sampe ngerasa bersyukur. Rasanya mau daftar jadi haters ke diri sendiri karena udah nulis cerita kayak gitu, yang kayaknya harusnya bisa gw tulis lebih baik lagi. But then, nulis kan kayak sekolah, gak mungkin lulus TK langsung SMP. Gw selalu nikmatin tiap kesalahan dan kebodohan yang tercatat abadi di bumi itu. Semacam, guilty pleasure. . Cuma yang namanya cerita, pasti harus ada endingnya. Bahkan ending adalah hal pertama yang gw tentuin tiap mau buat cerita. Jadi apa pun yang terjadi di tengah proses perjalanannya, endingnya tetap harus seperti yang udah gw buat di awal. Itu prinsip. Gw gak mau manjain diri gw sendiri dengan ego menyenangkan yang bisa bikin gw terjebak. Sama halnya waktu gw menciptakan judul Geez & Ann. Sejak awal gw tau kalo di ending dua nama dalam judul yang menyatu dan cuma dipisahin sama β€œ&” itu akan pisah cerita, pisah buku, pisah yang sungguh-sungguh pisah. . Gapapa, kan gak semua tokoh bisa masuk dalam satu cerita yang sama. . Tapi percaya sama gw kalo kalian akan nerima ending dari cerita mereka yang bener-bener fair. Lagian, dia akan jadi tokoh favorit dari semua buku yang gw tulis maupun yang belum. Cowok paling apa adanya yang pernah gw kenal, yang rasanya zaman yang berubah gak berdampak apa-apa di dia. . Di mulai dari buku, dilanjutkan dengan film, ternyata masih sulit untuk menyadari kalo Geez bukan lagi punya gw seorang karena semua orang bisa nikmaitn kejutan dari satu-satunya orang yang nyebut ojek online dengan kesatria hijau. . Gw gak tau seperti apa hidupnya sekarang tapi gw yakin semesta selalu memperlakukan dia dengan baik jadi gak ada yang perlu kita khawatirin. . Sekarang gw udah sampe di bab terakhir Geez & Ann 3, dengan ini gw mengakhiri semua imajinasi gw. Farewell Gazza Chayadi. Terima kasih untuk semua rahasia yang sekarang udah gak lagi jadi rahasia. . Reposted from @ntsana