Semakin luas pengalamanmu,
semakin tinggi langit-langit mimpimu.
Ada satu pertanyaan sederhana yang sering tak kita sadari: Mengapa kita berhenti bermimpi di titik tertentu? Melalui konsep “langit-langit mimpi”, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa batas terbesar dalam meraih mimpi sering kali bukan kemampuan, melainkan persepsi—dibentuk oleh lingkungan, pengalaman, dan titik awal hidup masing-masing.
Berangkat dari kisah nyata perjalanan seorang dokter dari Jember hingga menempuh studi di Harvard, buku ini menguraikan bagaimana mengenali starting point, kekuatan diri, motivasi, dan nilai hidup menjadi fondasi penting sebelum menentukan tujuan. Dengan pendekatan reflektif, psikologis, dan realistis, pembaca diajak membongkar batas-batas tak terlihat yang selama ini membuat mimpi terasa “ketinggian” atau tidak layak dikejar.
Breaking The Ceiling adalah panduan untuk mendesain hidup secara sadar—bukan sekadar mengikuti jalur default. Dilengkapi dengan latihan refleksi yang aplikatif, buku ini cocok untuk siapa pun yang sedang merasa ragu, tersesat, atau ingin menaikkan langit-langit mimpinya sendiri, tanpa kehilangan pijakan pada realitas.



