Katanya, semakin dewasa, kita akan semakin tahu harus ke mana. Namun, bagaimana kalau ternyata tidak?
Hidup seperti datang dengan daftar tuntutan yang tak ada habisnya: karier harus stabil, tabungan harus aman, relasi harus luas, dan masa depan seolah wajib sudah harus tahu ke mana.
Padahal, di balik semua itu, kita masih sering bingung. Hal-hal yang dulu terasa sederhana tiba-tiba menjadi rumit. Masih bernegosiasi dengan keinginan dan tanggung jawab, merasa tertinggal dari orang lain, cemas melihat orang-orang terkasih perlahan menua, hingga lelah berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Mungkin, kita memang tidak pernah benar-benar siap menjadi dewasa.
Sebab dewasa bukan tentang memiliki semua jawaban dan harus selalu siap, melainkan tentang belajar menerima kenyataan, menata ulang hidup, dan tetap berjalan meski belum tahu apa yang menunggu di depan.
Kalau kamu sedang kehilangan arah, merasa tertinggal, atau hanya butuh ditemani untuk bernapas lebih pelan, izinkan buku ini duduk di sampingmu. Mengingatkanmu bahwa kamu tidak gagal hanya karena belum memiliki semua jawaban, dan kamu tidak harus menjalani proses menjadi dewasa sendirian.


