Ivan Ilyich telah melakukan semua yang seharusnya dilakukan. Sekolah yang benar, karier yang cemerlang, pernikahan yang terhormat. Hidupnya rapi dan kosong di saat yang bersamaan. Selama puluhan tahun, ia tidak pernah benar-benar bertanya apakah hidup yang ia jalani memang hidupnya, atau sekadar peran yang ia mainkan agar diterima oleh dunia di sekitarnya. Ketika penyakit datang dan merenggut satu per satu kepastian itu, Ivan Ilyich terpaksa menghadapi sesuatu yang jauh lebih menakutkan dari kematian itu sendiri: kejujuran. Bahwa ada jarak panjang antara hidup yang ia jalani dan hidup yang seharusnya ia jalani. Kematian Ivan Ilyich bukan buku tentang seseorang yang meninggal. Namun, tentang seseorang yang terlambat menyadari hidupnya sekaligus peringatan bahwa pertanyaan yang ia hadapi di ujung segalanya, bisa kamu hadapi sekarang, selagi masih ada waktu.


