Kisah Cinta Si Kembar dari Haverhill

Kisah Cinta Si Kembar dari Haverhill

Memiliki saudara kembar tentu menyenangkan. Namun, apa jadinya jika hanya salah seorang dari si kembar ini mendapat perhatian lebih? Pastinya, akan menyakitkan bagi yang lainnya.

Itulah yang dirasakan Marian Laton atas perlakuan saudara kembarnya, Amanda Laton. Kebencian Amanda terhadap Marian memang sudah berlangsung lama. Bahkan, kematian sang ayah—Mortimer Laton—nampaknya tidak cukup menyurutkan perseteruan di antara keduanya.

Keadaan kian parah setelah mereka mendengar isi wasiat dari sang ayah yang menginginkan mereka untuk pindah ke Texas, tempat dimana bibi mereka—Red—tinggal. Bukan hanya untuk sekadar tinggal di Texas, tapi mereka juga harus bisa mendapatkan izin dari bibi mereka untuk menikah. Jika tidak, maka tak sepeser pun warisan akan mereka terima.

Mendengar kematian kakaknya, Red cukup terkejut. Namun keterkejutan Red tidak sebanding dengan rasa takjub Chad—koboi tampan asal Texas yang diminta Red untuk menjemput si kembar. Sosok Amanda yang memesona membuat Chad terpukau. Sedangkan Marian, bagi Chad hanyalah seorang gadis kutu buku dengan kaca mata supertebal.

Chad tidak mengetahui bahwa Marian mengubah penampilannya sedemikian rupa untuk menghindari persaingan dengan Amanda. Amanda selalu saja iri dengan segala hal yang dimiliki Marian. Bahkan jika ada laki-laki yang mencoba mendekati Marian, Amanda tidak akan ragu untuk memikat hati laki-laki itu.

Menyadari dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama, Marian langsung menjaga jarak dengan bersikap kasar terhadap Chad. Semua itu agar Amanda tidak mendekati Chad dan mencampakkannya setelah berhasil menaklukkan laki-laki itu.

Sayangnya, apa yang terjadi justru tidak seperti diharapkan. Marian begitu terhanyut dengan ciuman dan sentuhan yang diberikan Chad kepadanya. Sosok Marian yang berbeda dari biasanya membuat Chad merasa sedang bersama Amanda. Keadaan semakin kacau karena Amanda mulai mencium gelagat mereka berdua dan dengan santai menjebak Chad agar menikah dengannya.

Harapan Chad sangat tipis. Ia hanya bisa berharap Spencer—musuhnya—bertindak sesuai perkiraannya. Jika tidak, pupuslah angannya untuk bisa bersama Marian.

Akankah semua kejadian itu berjalan sesuai rencana? Mungkinkah si kembar mendapatkan warisan sang ayah? Lantas, bagaimana akhir cerita cinta Marian, Amanda, dan Chad?

Semua bisa kamu baca dalam novel A Man to Call My Own karya Johanna Lindsey yang dialihbahasakan oleh GagasMedia. Seperti novel-novel sebelumnya, Johanna Lindsey mampu membuat pembacanya ikut hanyut dalam kisah cinta para tokoh yang diciptakannya. Kisah cinta membara yang penuh dengan permainan asmara menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di balik semua itu ada pula kejadian lain yang mencengangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.