Menggali Ide Cerita bersama Morra Quatro
On May 25, 2018 | 0 Comments

Kamis, 5 April 2018 bertempat di ruang kelas 9211, Gedung 9 lantai 2, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, GagasMedia mengadakan Kelas Menulis bersama Morra Quatro—penulis buku The Second Best.

Diskusi yang berlangsung pada sore hari itu mengangkat tema menarik yang bertajuk “Ideologi dan Sains dalam Karya Sastra Populer”. Seperti kita ketahui, Morra Quatro adalah salah satu penulis yang suka memasukkan unsur “ideologi” dalam karya-karyanya.

Misalnya saja dalam novel What If yang mengisahkan tentang hubungan beda agama yang di dalamnya terdapat pembahasan politik. Atau novel Notasi yang mengisahkan tentang percintaan dengan setting tragedi 1998.

Pada kesempatan itu, Morra yang telah mengeluarkan lima buah karya bersama GagasMedia, mengawali diskusinya tentang ide cerita, yakni alasan mengapa sebuah cerita ditulis.

Menurut Morra, ide cerita bisa dikembangkan dengan pola 5W + 1H: why/alasan pentingnya ide, who/tokoh cerita, where/setting tempat, when/setting waktu, dan how/plot cerita.

“Bangunlah sosok tokoh dalam cerita dengan jelas, karena dari situlah sebuah cerita akan dibangun,” kata Morra saat menjelaskan tentang pengembangan ide cerita dari sisi who atau tokoh cerita.

Setelah menjelaskan tentang who, pemilik akun Miss.Morra ini pun melanjutkan diskusinya dengan membahas sisi where dan when. Menurutnya, menentukan tempat yang sesuai dan mendukung sebuah cerita sangatlah penting. Dan untuk lebih mendalaminya, sebaiknya jangan lupa untuk mengunjungi tempat tersebut. Sedangkan dari sisi when, yang perlu untuk dipersiapkan adalah tahun, bulan, tanggal, timeline bagi masing-masing bagian plot, dan tren pada masa tersebut.

Selain membahas tentang ide cerita, Morra pun memberikan beberapa poin penting dalam menulis sebuah cerita.

Win your readers for the first page,” begitu ungkap Morra. Selanjutnya, hal penting lain yang perlu dilakukan adalah perbanyak membaca, temukan cerita yang menginspirasimu, serta menulislah setiap hari, dan jangan lupa rayakan imajinasimu.

Menurut Morra, menjadi penulis itu harus kuat karena akan ada orang-orang yang mengkritik karya kita. Tapi bila seseorang sudah suka dengan karya kita, maka dia akan bertahan dengan karya kita sampai kapan pun.

Acara yang berlangsung selama dua jam ini, berlangsung cukup meriah dan ditutup dengan sesi tanda tangan oleh Morra Quatro. Keseruan tidak hanya miliki GagasMedia dan para peserta, tetapi juga, sang pembicara, Morra Quatro. Bahkan, melalui akun sosial medianya, Morra mengungkapkan bahwa ia merasakan banyak kesenangan dari acara ini.

 

 

Photo by rawpixel on Unsplash

 

 

Silakan Tinggalkan Komentar

More news