69: Saatnya Perempuan Berbicara

Jakarta-GagasMedia. Speak up! Itulah yang diucapkan Vecky, penyiar radio Oz yang menjadi MC di acara launching novel 69 Berkubang Liang karya Henny Purnama Sari,  Selasa, 29 Mei 2007 di Brew & Co, Cilandak Town Square.

Dukungan “speak up” ini sebenarnya ditujukan kepada seluruh kaum perempuan di mana pun ia berada. Selama ini perempuan masih menjadi sosok yang dirugikan. Oleh karena itu, timbullah kesetaraan gender.

Kesetaraan gender tidak hanya bisa dilakukan melalui kerja keras saja. Melainkan pula melalui kreativitas. Seperti yang dituliskan Henny dalam novelnya itu. “Dalam novel ini, seks tidak melulu masalah kelamin. Melainkan pula keseimbangan, kesetaraan, dan sirkuler,” kata Henny yang sore hari itu mengenakan baju berwarna merah.

69 Berkubang Liang bercerita mengenai dua orang wanita dengan orientasi hubungan pribadi yang berbeda. Adalah Langi yang menganut Multipartner Relationship dan Bulan, penganut Singlepartner Relationship.

Langi tak punya masalah berhubungan dengan lebih dari satu lelaki di satu waktu. Baginya, cinta itu tak salah. Cinta dapat dikali, karena kadarnya sama. Namun, cinta tak bisa dibagi. Sedangkan Bulan, hanya bisa berhubungan dengan satu lelaki meski hasrat seksualitasnya tinggi. Bulan mendalami gender sebagai ilmu dan pekerjaannya. Bahkan dia memunculkan suatu hipotesis yang kontroversial dari penelitiannya: kesetaraan gender tak pernah ada selama perbedaan bentuk tubuh dan kelamin lelaki dan perempuan masih seperti sekarang.

Acara yang turut dihadiri penyanyi Tere, aktivis gender Gadis Arivia dan salah seorang pemerhati sastra Maman Mahayana ini kebanyakan memang membicarakan masalah gender yang berkaitan dengan novel tersebut. Namun, acara tersebut tidaklah menjemukan. Karena dibuka dengan aksi teatrikal dari Teater 69 dan diseling live music dari band Intermezzo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.