Menyimak Lagi Mata Sang Kucing yang Selalu Bertanya

a-cat-in-my-eyes repackaged

a-cat-in-my-eyes repackagedHidup itu terdiri dari rentetan pertanyaan. Seolah proses yang terjadi di sekitar kita memang diciptakan untuk mengusik rasa ingin tahu kita sebagai mahluk sosial. Tak jarang, pertanyaan sederhana, seperti “bagaimana kita terlahir?” hingga pertanyaan yang cukup mendalam, seperti “siapakah Tuhan itu?”, hadir menghiasi pikiran kita.

Hal-hal seperti itulah yang juga mengusik rasa ingin tahu Fadh Djibran. Melalui bukunya yang berjudul A Cat in My Eyes (GagasMedia), Fadh mempertanyakan banyak hal yang ia tuangkan dalam bentuk prosa, sketsa, dan cerita.

Dengan bahasa yang sederhana, buku ini akan mengajak kamu untuk menyusun puzzle-puzzle hingga akhirnya menemukan makna dari sejumlah pertanyaan yang—mungkin klise, tetapi sangat—penting, seperti “apa itu hidup?”, “apa itu cinta?” dan “apa itu Tuhan?”.

“Karena bertanya tak membuatmu berdosa,” begitulah menurut Fadh. Dan, karena hidup ini tidaklah menarik lagi tanpa pertanyaan. Oleh karenanya, di tahun 2013 ini A Cat in My Eyes hadir kembali dengan tampilan yang baru. Dengan pertanyaan-pertanyaan baru yang tentunya tetap menarik dan menggelitik untuk disimak, diikuti, serta dipertanyakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.