Ngobrol Bareng Dua Pengarang Muda Berbakat GagasMedia

Ngobrol Bareng Dua Pengarang Muda Berbakat GagasMedia

Setiap tahunnya, di bulan November, Anugerah Khatulistiwa Literary Award selalu diadakan. Bagi mereka yang terjun di dunia sastra dan kepenulisan, tentunya ajang bergengsi ini bukanlah hal baru. Namun, selalu saja menghadirkan wajah-wajah baru di dunia sastra.

Di tahun 2009 ini, dua penulis GagasMedia juga masuk dalam 10 Besar Pengarang Muda Berbakat Anugerah Sastra Khatulistiwa ke-9. Kedua penulis ini adalah Sammaria dengan karyanya yang berjudul Kartini Nggak Sampai Eropa dan Celinereyssa dengan karyanya yang berjudul Lika-Liku Luka.

Lantas seperti apa sih, pendapat dan perasaan mereka saat mengetahui kabar menyenangkan ini? Berikut adalah hasil wawancara GagasMedia dengan kedua penulis ini melalui email.

  1. Hai, apa kabar? Selain menulis, sekarang kamu sedang sibuk apa?
    Sammaria: Cari jodoh.
    Celinereyssa: Sibuk kuliah aja. Sekarang ini kan lagi TA. Moga-moga TA-nya lancar dan cepet lulus. Bantuin doa ya? Hehe….
  2. Sudah tahu kan, bahwa kamu masuk dalam 10 Besar Pengarang Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award 2009?
    Sammaria:
    Ya.
    Celinereyssa: Iya tahu koq. kebetulan waktu itu tengah malam lagi iseng search nama penaku di Google dan gak sengaja lihat pengumuman KLA 2009 itu dari website-nya Kompas.
  3. Bagaimana nih perasaannya bisa menjadi salah satu Pengarang Muda Berbakat?
    Sammaria: Agak pulih dari depresi. Ternyata tulisan gue gak senista itu.
    Celinereyssa: Senang banget, gak nyangka. Soalnya waktu bikin novel ini kan sama sekali gak ada maksud-maksud tertentu untuk memenangkan suatu nominasi, lomba atau apa pun juga. Jadi, ya pasti kagetlah.
  4. Menurutmu, penulis berbakat itu seperti apa sih?
    Sammaria:
    Yang gak ngerasa berbakat.
    Celinereyssa: Penulis muda berbakat itu… penulis yang menyelami tema yang akan diangkatnya dan bisa mengekspresikanny melalui tulisannya tersebut.
  5. Bagaimana pendapat kamu tentang adanya ajang penghargaan seperti ini?
    Sammaria: Pedang mata 2.
    Celinereyssa: Penghargaan yang bagus. Membuat bukan cuma semua nominatornya termotivasi, tetapi juga penulis-penulis lain pun ikut termotivasi.
  6. Menurutmu, perlu diperbanyak lagi gak sih ajang seperti ini?
    Sammaria: Biar satu asal kredibilitasnya diakui.
    Celinereyssa: Ya, perlu. Supaya banyak penulis-penulis muda lebih termotivasi dan memunculkan lebih banyak lagi hasil karya-hasil karya yang berpotensi, bukan hanya di mata Indonesia, tapi juga bahkan sampai ke manca negara.
  7. Apa harapanmu ke depan dengan adanya ajang penghargaan seperti ini?
    Sammaria: Novel Indonesia tambah seru dan pembacanya tambah pinter ;D
    Celinereyssa: Harapannya semoga makin diperbanyak lagi kategori-kategori yang dinominasikan. Dan semoga para nominator yang gagal menjadi pemenang pun (setidaknya) diberi semacam penghargaan, sehingga usaha kami pun tidak sia-sia karena adanya suatu bukti pengakuan. (Curcol!) haha….

Leave a Reply

Your email address will not be published.