Pengorbanan Untuk Mencapai Angka Sepuluh

Pengorbanan Untuk Mencapai Angka Sepuluh

Apa yang ada di pikiranmu jika mendengar angka sepuluh? Nilai yang bagus, angka istimewa, atau angka keberuntungan? Tapi, hal itu nggak berlaku bagi Yanti. Ia merasa dirinya tidak akan mencapai angka sepuluh.

Bisa dibilang, kehidupan Yanti jauh dari sempurna. Dia merasa bahwa dirinya pembawa sial. Ibunda tercinta meninggal saat melahirkan Yanti, ayahnya meninggal setelah ia menikah dengan Aditya.

Pernikahan Yanti dengan Adit juga tidak memberikan kebahagiaan sepenuhnya. Aditya adalah seorang pecandu narkoba. Segalanya ia pertaruhkan untuk membeli barang setan itu. Bahkan, di saat tidak ada lagi barang yang dapat dijual dan lilitan hutang yang kian menumpuk, Adit rela menjual anak mereka kepada Dargo.

Bagi Yanti, Maria adalah satu-satunya kebahagiaan yang mampu membuatnya tersenyum dan menjalankan hidup dengan penuh keyakinan. Namun, dalam sekejap Maria hilang dibawa Adit. Yanti pun tidak tinggal diam. Ia lari sekuat tenaga untuk mengejar Adit dan Maria. Sayangnya, Yanti malah tertabrak dan harus dibawa ke rumah sakit.

Pasca kecelakaan itu, Yanti kembali ke rumah kontrakannya bersama Yani—kakak kandung Yanti—dan tetap berusaha mencari Maria. Kegigihan Yanti untuk menemukan anaknya itu, membuat Dargo—bos pemilik sebuah diskotik—merasa gerah.

Akhirnya, Dargo meminta Adit untuk menjebak Yanti hingga Yanti dijebloskan ke dalam penjara selama sepuluh tahun untuk kesalahan yang ia tidak pernah lakukan.

Setelah sepuluh tahun mendekam di dalam penjara, akhirnya Yanti bebas juga. Inilah saat yang ditunggu Yanti untuk kembali mencari Maria. Tetapi, anak itu raib entah ke mana. Yanti malah bertemu Mongki, seorang anak perempuan yang terpaksa hidup di jalanan.

Perlahan, Yanti mulai dekat dengan Mongki. Bahkan, Yanti mengajaknya untuk jalan-jalan dan terkadang menyinggahi tempat mangkal Mongki di kolong jembatan. Tidak hanya itu, Yanti juga kenal dengan teman-teman Mongki.

Namun di saat Yanti mulai mengetahui seluk-beluk kehidupan anak jalanan, banyak kejadian tragis dan hal aneh yang terjadi. Anak jalanan yang dikenal Yanti satu per satu menghilang. Dan, saat ditemukan, mereka telah menjadi mayat dengan organ tubuh yang tidak utuh lagi.

Apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak jalanan itu? Akankah Yanti bertemu kembali dengan Maria? Lantas, apa yang akan Yanti lakukan untuk menyelamatkan nyawa Mongki?

Temukan jawabannya dalam novel adaptasi terbaru GagasMedia berjudul Sepuluh karya Ruwi Meita. Novel ini begitu sarat akan realita sosial yang banyak terjadi di kota besar. Perdagangan anak, narkoba, kehidupan liar di jalanan, prostitusi, hingga perdagangan organ tubuh secara ilegal terdapat di dalamnya. Namun, Yanti sebagai tokoh utama dalam novel ini hadir sebagai orang yang berjuang untuk melawan semua itu. Pengorbanan Yanti pada orang di sekitarnya lebih dari sekadar angka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.